Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Bersama Mencapai Puncak Tbk. (BAIK) vs Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN)

Bersama Mencapai Puncak Tbk.Trading
Bank Danamon Indonesia TbkTrading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Bersama Mencapai Puncak Tbk. dan Bank Danamon Indonesia Tbk: Bersama Mencapai Puncak Tbk. diperdagangkan di Rp680 (kapitalisasi pasar 777,97 M, volume 24 jam 15,52 jt), sedangkan Bank Danamon Indonesia Tbk diperdagangkan di Rp4.150 (kapitalisasi pasar 40,06 T, volume 24 jam 1,96 jt). Perbedaan utamanya: Bank Danamon Indonesia Tbk jauh lebih besar — sekitar 51,5× kapitalisasi pasar Bersama Mencapai Puncak Tbk., dan Bersama Mencapai Puncak Tbk. lebih aktif diperdagangkan (15,52 jt vs 1,96 jt). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

BAIKBDMN
Kapitalisasi Pasar
777,97 M40,06 T
Volume
15,52 jt1,96 jt
Lot
155,21 rb19,62 rb
Perputaran
10,57 M8,11 M
Harga Rata-rata
680,954.134,3
Nilai Transaksi
10,57 M8,11 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
6804.150
Volume Ekuilibrium Indikatif
783390

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

BAIK
Lihat detail
BDMN
Lihat detail

Tentang Bersama Mencapai Puncak Tbk.

PT Bersama Mencapai Puncak Tbk (the Company) was established based on Deed No. 8, dated February 7, 2018 made before Notary Robertus Radio Poetra, S.H., M.Kn. in Malang. The company started its commercial activities since 2018, by operating using the Ayam Goreng Nelongso and Nelongso trademarks.

Selengkapnya di halaman BAIK

Tentang Bank Danamon Indonesia Tbk

Bank Danamon (the Bank) domiciled in Jakarta, was established on July 16, 1956, based on the notarial deed No. 134 of Meester Raden Soedja, S.H. The Bank received its permit as a commercial bank the following September 1956, and became a foreign exchange bank in November 1988. During the Asian Financial crisis of 1997, Bank Danamon ran into a liquidity insolvency and was taken over by the government of Indonesia in April 1998, which placed in the care of the Indonesian Bank Restructuring Agency (IBRA) to be included in the bank recapitalization and merger programs. Following a third rights issue by Bank Danamon and the subsequent merging of Bank PDFCI into the Bank on December 30, 1999; the racapitalizaton of Bank Danamon which increased its statutory capital To Rp 10 trillion on May 17, 2000; and the merging of eight private banks (Bank Jaya, Bank Tiara Asia, Bank Pos Nusntara, Bank Rama, Bank Tamara, Bank Nusa Nasional, Bank Duta and Bank Bank Risjad Salim International) into Bank Danamon on June 30, 2000; Bank Danamon re-emerged as one of Indonesia’s four designated core banks along with Bank Central Asia in the private sector, and with Bank andiri and Bank BNI in the Public sector.

Selengkapnya di halaman BDMN