Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Perbedaan Harga & Kinerja Bank Capital Indonesia Tbk (BACA) vs Summarecon Agung Tbk. (SMRA)

Bank Capital Indonesia Tbk
Summarecon Agung Tbk.

Kinerja harga

Pergerakan harga dalam 24 jam terakhir

Statistik utama

Perbedaan Bank Capital Indonesia Tbk dan Summarecon Agung Tbk.: Bank Capital Indonesia Tbk diperdagangkan di Rp101 (kapitalisasi pasar 2,03 T, volume 24 jam 1,66 jt), sedangkan Summarecon Agung Tbk. diperdagangkan di Rp282 (kapitalisasi pasar 4,66 T, volume 24 jam 11,14 jt). Perbedaan utamanya: Summarecon Agung Tbk. jauh lebih besar — sekitar 2,3× kapitalisasi pasar Bank Capital Indonesia Tbk, dan Summarecon Agung Tbk. lebih aktif diperdagangkan (11,14 jt vs 1,66 jt). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

BACASMRA
Kapitalisasi Pasar
2,03 T4,66 T
Volume
1,66 jt11,14 jt
Lot
16,61 rb111,39 rb
Perputaran
166,37 jt3,15 M
Harga Rata-rata
100,17282,48
Nilai Transaksi
166,37 jt3,15 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
101282
Volume Ekuilibrium Indikatif
2021,29 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

BACA
Lihat detail
SMRA
Lihat detail

Tentang Bank Capital Indonesia Tbk

PT Bank Capital Indonesia (the company) was established under its original name of PT Bank Credit Lyonnais base on notarial deed No.139 of Mrs Siti Pertiwi, S.H, dated on Apr 20, 1989. The Company's articles of association has been amended several times, most recently by notarial deed No. 60 of Eliwati Tjitra, S.H., dated Jul 17, 2007, concerning among others, the change in the Company’s name, Anggaran Dasar and public offering.

Selengkapnya di halaman BACA

Tentang Summarecon Agung Tbk.

PT Summarecon Agung Tbk (the Company) was established within the framework of the Domestic Capital Investment Law based on notarial deed No. 308 dated November 26, 1975 of Ridwan Suselo, S.H. PT. Summarecon Agung Tbk is one of the nation`s leading township developers. Entering its twenty-forth year, the original 10-hectare landbank it started with has turned into a vibrant, 500 hectare township in North Jakarta where commercial vivacity peacefully coexists with its houses numbering in the tens of thousands.

Selengkapnya di halaman SMRA