Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Perbedaan Harga & Kinerja Bank Capital Indonesia Tbk (BACA) vs Abadi Lestari Indonesia Tbk. (RLCO)

Bank Capital Indonesia Tbk
Abadi Lestari Indonesia Tbk.

Kinerja harga

Pergerakan harga dalam 24 jam terakhir

Statistik utama

Perbedaan Bank Capital Indonesia Tbk dan Abadi Lestari Indonesia Tbk.: Bank Capital Indonesia Tbk diperdagangkan di Rp101 (kapitalisasi pasar 2,03 T, volume 24 jam 1,66 jt), sedangkan Abadi Lestari Indonesia Tbk. diperdagangkan di Rp3.220 (kapitalisasi pasar 9,94 T, volume 24 jam 578,5 rb). Perbedaan utamanya: Abadi Lestari Indonesia Tbk. jauh lebih besar — sekitar 4,9× kapitalisasi pasar Bank Capital Indonesia Tbk, dan Bank Capital Indonesia Tbk lebih aktif diperdagangkan (1,66 jt vs 578,5 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

BACARLCO
Kapitalisasi Pasar
2,03 T9,94 T
Volume
1,66 jt578,5 rb
Lot
16,61 rb5,79 rb
Perputaran
166,37 jt1,81 M
Harga Rata-rata
100,173.130,32
Nilai Transaksi
166,37 jt1,81 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
1013.220
Volume Ekuilibrium Indikatif
2060

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

BACA
Lihat detail
RLCO
Lihat detail

Tentang Bank Capital Indonesia Tbk

PT Bank Capital Indonesia (the company) was established under its original name of PT Bank Credit Lyonnais base on notarial deed No.139 of Mrs Siti Pertiwi, S.H, dated on Apr 20, 1989. The Company's articles of association has been amended several times, most recently by notarial deed No. 60 of Eliwati Tjitra, S.H., dated Jul 17, 2007, concerning among others, the change in the Company’s name, Anggaran Dasar and public offering.

Selengkapnya di halaman BACA

Tentang Abadi Lestari Indonesia Tbk.

PT Abadi Lestari Indonesia (the Entity) was established based on Notarial Deed No. 166 of Siti Nurul Hidajah, S.H., M.Kn., Notary in Bojonegoro, dated August 11, 2014. The Entity started its commercial operations in 2014. PT Abadi Lestari Indonesia is the parent entity, whereas Edwin Pranata is the ultimate beneficial owner of the group.

Selengkapnya di halaman RLCO