Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Perbedaan Harga & Kinerja Bank Capital Indonesia Tbk (BACA) vs Cahayasakti Investindo Sukses Tbk. (CSIS)

Bank Capital Indonesia Tbk
Cahayasakti Investindo Sukses Tbk.

Kinerja harga

Pergerakan harga dalam 24 jam terakhir

Statistik utama

Perbedaan Bank Capital Indonesia Tbk dan Cahayasakti Investindo Sukses Tbk.: Bank Capital Indonesia Tbk diperdagangkan di Rp101 (kapitalisasi pasar 2,03 T, volume 24 jam 1,66 jt), sedangkan Cahayasakti Investindo Sukses Tbk. diperdagangkan di Rp165 (kapitalisasi pasar 294,6 M, volume 24 jam 5,2 jt). Perbedaan utamanya: Bank Capital Indonesia Tbk jauh lebih besar — sekitar 6,9× kapitalisasi pasar Cahayasakti Investindo Sukses Tbk., dan Cahayasakti Investindo Sukses Tbk. lebih aktif diperdagangkan (5,2 jt vs 1,66 jt). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

BACACSIS
Kapitalisasi Pasar
2,03 T294,6 M
Volume
1,66 jt5,2 jt
Lot
16,61 rb51,99 rb
Perputaran
166,37 jt857,33 jt
Harga Rata-rata
100,17164,9
Nilai Transaksi
166,37 jt857,33 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
101165
Volume Ekuilibrium Indikatif
201,73 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

BACA
Lihat detail
CSIS
Lihat detail

Tentang Bank Capital Indonesia Tbk

PT Bank Capital Indonesia (the company) was established under its original name of PT Bank Credit Lyonnais base on notarial deed No.139 of Mrs Siti Pertiwi, S.H, dated on Apr 20, 1989. The Company's articles of association has been amended several times, most recently by notarial deed No. 60 of Eliwati Tjitra, S.H., dated Jul 17, 2007, concerning among others, the change in the Company’s name, Anggaran Dasar and public offering.

Selengkapnya di halaman BACA

Tentang Cahayasakti Investindo Sukses Tbk.

PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk (the Company) was established based on the Deed of Notary Djurnawati Soetarmono, SH, No. 52 dated June 2, 1995. The Company belongs to a group of companies owned by PT Andalan Utama Bintara.

Selengkapnya di halaman CSIS