Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Bank Capital Indonesia Tbk (BACA) vs Berdikari Pondasi Perkasa Tbk (BDKR)

Bank Capital Indonesia TbkTrading
Berdikari Pondasi Perkasa TbkTrading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Bank Capital Indonesia Tbk dan Berdikari Pondasi Perkasa Tbk: Bank Capital Indonesia Tbk diperdagangkan di Rp101 (kapitalisasi pasar 2,03 T, volume 24 jam 1,66 jt), sedangkan Berdikari Pondasi Perkasa Tbk diperdagangkan di Rp144 (kapitalisasi pasar 689,86 M, volume 24 jam 8,95 jt). Perbedaan utamanya: Bank Capital Indonesia Tbk jauh lebih besar — sekitar 2,9× kapitalisasi pasar Berdikari Pondasi Perkasa Tbk, dan Berdikari Pondasi Perkasa Tbk lebih aktif diperdagangkan (8,95 jt vs 1,66 jt). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

BACABDKR
Kapitalisasi Pasar
2,03 T689,86 M
Volume
1,66 jt8,95 jt
Lot
16,61 rb89,48 rb
Perputaran
166,37 jt1,29 M
Harga Rata-rata
100,17143,89
Nilai Transaksi
166,37 jt1,29 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
101144
Volume Ekuilibrium Indikatif
2075

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

BACA
Lihat detail
BDKR
Lihat detail

Tentang Bank Capital Indonesia Tbk

PT Bank Capital Indonesia (the company) was established under its original name of PT Bank Credit Lyonnais base on notarial deed No.139 of Mrs Siti Pertiwi, S.H, dated on Apr 20, 1989. The Company's articles of association has been amended several times, most recently by notarial deed No. 60 of Eliwati Tjitra, S.H., dated Jul 17, 2007, concerning among others, the change in the Company’s name, Anggaran Dasar and public offering.

Selengkapnya di halaman BACA

Tentang Berdikari Pondasi Perkasa Tbk

PT Berdikari Pondasi Perkasa Tbk (the “Company”) was established on February 27, 1984 based onNotarial Deed No. 81 of Gretha Liestijawatie, S.H. The Company started its commercial operations onFebruary 27, 1984. The controlling interest of the Company is owned by an individual namely Tan John Tanuwijaya.

Selengkapnya di halaman BDKR