Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Multitrend Indo Tbk (BABY) vs Damai Sejahtera Abadi Tbk. (UFOE)

Multitrend Indo TbkTrading
Damai Sejahtera Abadi Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Multitrend Indo Tbk dan Damai Sejahtera Abadi Tbk.: Multitrend Indo Tbk diperdagangkan di Rp232 (kapitalisasi pasar 776,51 M, volume 24 jam 45,12 jt), sedangkan Damai Sejahtera Abadi Tbk. diperdagangkan di Rp144 (kapitalisasi pasar 408,65 M, volume 24 jam 1,38 jt). Perbedaan utamanya: Multitrend Indo Tbk lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan Multitrend Indo Tbk lebih aktif diperdagangkan (45,12 jt vs 1,38 jt). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

BABYUFOE
Kapitalisasi Pasar
776,51 M408,65 M
Volume
45,12 jt1,38 jt
Lot
451,21 rb13,82 rb
Perputaran
11,77 M198,31 jt
Harga Rata-rata
260,94143,54
Nilai Transaksi
11,77 M198,31 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
232144
Volume Ekuilibrium Indikatif
546250

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

BABY
Lihat detail
UFOE
Lihat detail

Tentang Multitrend Indo Tbk

PT Multitrend Indo Tbk ("Company") was established based on notary deed Drs. Wijanto Suwongso, SH, No. 20 dated September 7, 2004 and has beeen approved by the Ministry of Justice and Human Rights of Republic of Indonesia in its Decision Decree No. C-25996 HT.01.01.TH.2004 dated October 19 2004, and announced in the State Gazette No. 96 dated November 30, 2004, Supplement to the State Gazette of the Republic of Indonesia No. 11708. The Company started its commercial operations in 2004. PT Kanmo Retailindo are the parent entity and the ultimate parent of the Company.

Selengkapnya di halaman BABY

Tentang Damai Sejahtera Abadi Tbk.

PT Damai Sejahtera Abadi Tbk (the Company) was established in Surabaya based on Notarial Deed No. 46 of Setiawati Sabarudin, S.H., Notary in Surabaya, dated January 29, 2004. The Company’s immediate parent company is PT Damai Sejahtera Lestari, which is ultimately owned by Mr. Pudji Harianto and Mr. Poedji Harixon.

Selengkapnya di halaman UFOE