Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Multitrend Indo Tbk (BABY) vs Bahtera Bumi Raya Tbk. (PGJO)

Multitrend Indo TbkTrading
Bahtera Bumi Raya Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Multitrend Indo Tbk dan Bahtera Bumi Raya Tbk.: Multitrend Indo Tbk diperdagangkan di Rp272 (kapitalisasi pasar 622,35 M, volume 24 jam 85,64 jt), sedangkan Bahtera Bumi Raya Tbk. diperdagangkan di Rp770 (kapitalisasi pasar 624,75 M, volume 24 jam 102,5 rb). Perbedaan utamanya: Multitrend Indo Tbk dan Bahtera Bumi Raya Tbk. berukuran mirip dari sisi kapitalisasi pasar, dan Multitrend Indo Tbk lebih aktif diperdagangkan (85,64 jt vs 102,5 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

BABYPGJO
Kapitalisasi Pasar
622,35 M624,75 M
Volume
85,64 jt102,5 rb
Lot
856,41 rb1,03 rb
Perputaran
21,59 M76,21 jt
Harga Rata-rata
252,06743,52
Nilai Transaksi
21,59 M76,21 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
272770
Volume Ekuilibrium Indikatif
2,74 rb4

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

BABY
Lihat detail
PGJO
Lihat detail

Tentang Multitrend Indo Tbk

PT Multitrend Indo Tbk ("Company") was established based on notary deed Drs. Wijanto Suwongso, SH, No. 20 dated September 7, 2004 and has beeen approved by the Ministry of Justice and Human Rights of Republic of Indonesia in its Decision Decree No. C-25996 HT.01.01.TH.2004 dated October 19 2004, and announced in the State Gazette No. 96 dated November 30, 2004, Supplement to the State Gazette of the Republic of Indonesia No. 11708. The Company started its commercial operations in 2004. PT Kanmo Retailindo are the parent entity and the ultimate parent of the Company.

Selengkapnya di halaman BABY

Tentang Bahtera Bumi Raya Tbk.

PT Tourindo Guide Indonesia Tbk (the Company) was established based on Notarial Deed No. 22 dated February 20, 2017 of Argo Wahyu Jati, S.H., M.Kn., a public notary in Tangerang Selatan. The Company started its commercial operations in 2018.

Selengkapnya di halaman PGJO