Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Bank MNC Internasional Tbk (BABP) vs Merdeka Gold Resources Tbk. (EMAS)

Bank MNC Internasional TbkTrading
Merdeka Gold Resources Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Bank MNC Internasional Tbk dan Merdeka Gold Resources Tbk.: Bank MNC Internasional Tbk diperdagangkan di Rp50 (kapitalisasi pasar 2,2 T, volume 24 jam 218,2 rb), sedangkan Merdeka Gold Resources Tbk. diperdagangkan di Rp7.550 (kapitalisasi pasar 113,06 T, volume 24 jam 5,05 jt). Perbedaan utamanya: Merdeka Gold Resources Tbk. jauh lebih besar — sekitar 51,4× kapitalisasi pasar Bank MNC Internasional Tbk, dan Merdeka Gold Resources Tbk. lebih aktif diperdagangkan (5,05 jt vs 218,2 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

BABPEMAS
Kapitalisasi Pasar
2,2 T113,06 T
Volume
218,2 rb5,05 jt
Lot
2,18 rb50,45 rb
Perputaran
10,91 jt37,97 M
Harga Rata-rata
507.526,63
Nilai Transaksi
10,91 jt37,97 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
507.700
Volume Ekuilibrium Indikatif
148,8 rb303

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

BABP
Lihat detail
EMAS
Lihat detail

Tentang Bank MNC Internasional Tbk

PT Bank MNC Internasional Tbk formerly PT Bank ICB Bumiputera Tbk ( Bank) was established in Indonesia under the name PT Bank Bumiputera Indonesia under Notarial Deed No. 49 dated July 31, 1989 of Mrs. Sri Rahayu, S.H., notary in Jakarta.

Selengkapnya di halaman BABP

Tentang Merdeka Gold Resources Tbk.

PT Merdeka Gold Resources Tbk (formerly PT Pani Bersama Jaya) (the Company), was established in Republic of Indonesia based on Deed of Establishment No. 87 dated 20 November 2015 made before Humberg Lie, S.H., S.E., M.Kn., Notary in North Jakarta. The ultimate parent entity of the Company is PT Merdeka Copper Gold Tbk (MCG). Meanwhile, MCG is jointly controlled by PT Provident Capital Indonesia and PT Saratoga Investama Sedaya Tbk, which are respectively controlled by Winato Kartono and Edwin Soeryadjaya.

Selengkapnya di halaman EMAS