Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Bank MNC Internasional Tbk (BABP) vs Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN)

Bank MNC Internasional TbkTrading
Bank Danamon Indonesia TbkTrading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Bank MNC Internasional Tbk dan Bank Danamon Indonesia Tbk: Bank MNC Internasional Tbk diperdagangkan di Rp50 (kapitalisasi pasar 2,2 T, volume 24 jam 74 rb), sedangkan Bank Danamon Indonesia Tbk diperdagangkan di Rp4.150 (kapitalisasi pasar 40,06 T, volume 24 jam 1,96 jt). Perbedaan utamanya: Bank Danamon Indonesia Tbk jauh lebih besar — sekitar 18,2× kapitalisasi pasar Bank MNC Internasional Tbk, dan Bank Danamon Indonesia Tbk lebih aktif diperdagangkan (1,96 jt vs 74 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

BABPBDMN
Kapitalisasi Pasar
2,2 T40,06 T
Volume
74 rb1,96 jt
Lot
74019,62 rb
Perputaran
3,7 jt8,11 M
Harga Rata-rata
504.134,3
Nilai Transaksi
3,7 jt8,11 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
504.150
Volume Ekuilibrium Indikatif
1390

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

BABP
Lihat detail
BDMN
Lihat detail

Tentang Bank MNC Internasional Tbk

PT Bank MNC Internasional Tbk formerly PT Bank ICB Bumiputera Tbk ( Bank) was established in Indonesia under the name PT Bank Bumiputera Indonesia under Notarial Deed No. 49 dated July 31, 1989 of Mrs. Sri Rahayu, S.H., notary in Jakarta.

Selengkapnya di halaman BABP

Tentang Bank Danamon Indonesia Tbk

Bank Danamon (the Bank) domiciled in Jakarta, was established on July 16, 1956, based on the notarial deed No. 134 of Meester Raden Soedja, S.H. The Bank received its permit as a commercial bank the following September 1956, and became a foreign exchange bank in November 1988. During the Asian Financial crisis of 1997, Bank Danamon ran into a liquidity insolvency and was taken over by the government of Indonesia in April 1998, which placed in the care of the Indonesian Bank Restructuring Agency (IBRA) to be included in the bank recapitalization and merger programs. Following a third rights issue by Bank Danamon and the subsequent merging of Bank PDFCI into the Bank on December 30, 1999; the racapitalizaton of Bank Danamon which increased its statutory capital To Rp 10 trillion on May 17, 2000; and the merging of eight private banks (Bank Jaya, Bank Tiara Asia, Bank Pos Nusntara, Bank Rama, Bank Tamara, Bank Nusa Nasional, Bank Duta and Bank Bank Risjad Salim International) into Bank Danamon on June 30, 2000; Bank Danamon re-emerged as one of Indonesia’s four designated core banks along with Bank Central Asia in the private sector, and with Bank andiri and Bank BNI in the Public sector.

Selengkapnya di halaman BDMN