Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Janu Putra Sejahtera Tbk. (AYAM) vs Baramulti Suksessarana Tbk (BSSR)

Janu Putra Sejahtera Tbk.Trading
Baramulti Suksessarana TbkTrading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Janu Putra Sejahtera Tbk. dan Baramulti Suksessarana Tbk: Janu Putra Sejahtera Tbk. diperdagangkan di Rp448 (kapitalisasi pasar 1,84 T, volume 24 jam 5,87 jt), sedangkan Baramulti Suksessarana Tbk diperdagangkan di Rp4.340 (kapitalisasi pasar 11,33 T, volume 24 jam 533,3 rb). Perbedaan utamanya: Baramulti Suksessarana Tbk jauh lebih besar — sekitar 6,2× kapitalisasi pasar Janu Putra Sejahtera Tbk., dan Janu Putra Sejahtera Tbk. lebih aktif diperdagangkan (5,87 jt vs 533,3 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

AYAMBSSR
Kapitalisasi Pasar
1,84 T11,33 T
Volume
5,87 jt533,3 rb
Lot
58,66 rb5,33 rb
Perputaran
2,65 M2,31 M
Harga Rata-rata
452,164.336,9
Nilai Transaksi
2,65 M2,31 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
4484.340
Volume Ekuilibrium Indikatif
1,01 rb24

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

AYAM
Lihat detail
BSSR
Lihat detail

Tentang Janu Putra Sejahtera Tbk.

PT Janu Putra Sejahtera Tbk (the Entity) was established based on the Notarial Deed of Endang Sumarningsih, S.H., M.Kn., No. 7, dated December 27, 2007. The Entity started its commercial operations on 2007. The controlling party for the Company is H. Singgih Januratmoko.

Selengkapnya di halaman AYAM

Tentang Baramulti Suksessarana Tbk

PT. Baramulti Suksessarana (the "Company") was established in the Republic of Indonesia on October 31, 1990 based on the Notarial Deed no.68 of H.A Kadir Usman, S.H.The Company's Articles of Association have been amended several times, the most recent amendment of which was covered by Notarial Deed no.16 of Dirhamdan, S.H., dated December 29, 2011, regarding the increase in authorized share capital and issued and fully paid share capital.

Selengkapnya di halaman BSSR