Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Janu Putra Sejahtera Tbk. (AYAM) vs Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN)

Janu Putra Sejahtera Tbk.Trading
Bank Danamon Indonesia TbkTrading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Janu Putra Sejahtera Tbk. dan Bank Danamon Indonesia Tbk: Janu Putra Sejahtera Tbk. diperdagangkan di Rp456 (kapitalisasi pasar 1,84 T, volume 24 jam 715,3 rb), sedangkan Bank Danamon Indonesia Tbk diperdagangkan di Rp4.240 (kapitalisasi pasar 41,61 T, volume 24 jam 410,1 rb). Perbedaan utamanya: Bank Danamon Indonesia Tbk jauh lebih besar — sekitar 22,6× kapitalisasi pasar Janu Putra Sejahtera Tbk., dan Janu Putra Sejahtera Tbk. lebih aktif diperdagangkan (715,3 rb vs 410,1 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

AYAMBDMN
Kapitalisasi Pasar
1,84 T41,61 T
Volume
715,3 rb410,1 rb
Lot
7,15 rb4,1 rb
Perputaran
327,14 jt1,76 M
Harga Rata-rata
457,344.284,01
Nilai Transaksi
327,14 jt1,76 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
4604.330
Volume Ekuilibrium Indikatif
7,3 rb197

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

AYAM
Lihat detail
BDMN
Lihat detail

Tentang Janu Putra Sejahtera Tbk.

PT Janu Putra Sejahtera Tbk (the Entity) was established based on the Notarial Deed of Endang Sumarningsih, S.H., M.Kn., No. 7, dated December 27, 2007. The Entity started its commercial operations on 2007. The controlling party for the Company is H. Singgih Januratmoko.

Selengkapnya di halaman AYAM

Tentang Bank Danamon Indonesia Tbk

Bank Danamon (the Bank) domiciled in Jakarta, was established on July 16, 1956, based on the notarial deed No. 134 of Meester Raden Soedja, S.H. The Bank received its permit as a commercial bank the following September 1956, and became a foreign exchange bank in November 1988. During the Asian Financial crisis of 1997, Bank Danamon ran into a liquidity insolvency and was taken over by the government of Indonesia in April 1998, which placed in the care of the Indonesian Bank Restructuring Agency (IBRA) to be included in the bank recapitalization and merger programs. Following a third rights issue by Bank Danamon and the subsequent merging of Bank PDFCI into the Bank on December 30, 1999; the racapitalizaton of Bank Danamon which increased its statutory capital To Rp 10 trillion on May 17, 2000; and the merging of eight private banks (Bank Jaya, Bank Tiara Asia, Bank Pos Nusntara, Bank Rama, Bank Tamara, Bank Nusa Nasional, Bank Duta and Bank Bank Risjad Salim International) into Bank Danamon on June 30, 2000; Bank Danamon re-emerged as one of Indonesia’s four designated core banks along with Bank Central Asia in the private sector, and with Bank andiri and Bank BNI in the Public sector.

Selengkapnya di halaman BDMN