Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Perbedaan Harga & Kinerja Era Digital Media Tbk (AWAN) vs Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN)

Era Digital Media Tbk
Bank Danamon Indonesia Tbk

Kinerja harga

Pergerakan harga dalam 24 jam terakhir

Statistik utama

Perbedaan Era Digital Media Tbk dan Bank Danamon Indonesia Tbk: Era Digital Media Tbk diperdagangkan di Rp140 (kapitalisasi pasar 484,34 M, volume 24 jam 177,7 rb), sedangkan Bank Danamon Indonesia Tbk diperdagangkan di Rp4.150 (kapitalisasi pasar 40,06 T, volume 24 jam 1,96 jt). Perbedaan utamanya: Bank Danamon Indonesia Tbk jauh lebih besar — sekitar 82,7× kapitalisasi pasar Era Digital Media Tbk, dan Bank Danamon Indonesia Tbk lebih aktif diperdagangkan (1,96 jt vs 177,7 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

AWANBDMN
Kapitalisasi Pasar
484,34 M40,06 T
Volume
177,7 rb1,96 jt
Lot
1,78 rb19,62 rb
Perputaran
24,84 jt8,11 M
Harga Rata-rata
139,784.134,3
Nilai Transaksi
24,84 jt8,11 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
1404.150
Volume Ekuilibrium Indikatif
14390

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

AWAN
Lihat detail
BDMN
Lihat detail

Tentang Era Digital Media Tbk

PT Era Digital Media Tbk was established based on notarial deed No.254 dated June 30, 2015 of Soediarto Soenarto, S.H., notary in Jakarta.

Selengkapnya di halaman AWAN

Tentang Bank Danamon Indonesia Tbk

Bank Danamon (the Bank) domiciled in Jakarta, was established on July 16, 1956, based on the notarial deed No. 134 of Meester Raden Soedja, S.H. The Bank received its permit as a commercial bank the following September 1956, and became a foreign exchange bank in November 1988. During the Asian Financial crisis of 1997, Bank Danamon ran into a liquidity insolvency and was taken over by the government of Indonesia in April 1998, which placed in the care of the Indonesian Bank Restructuring Agency (IBRA) to be included in the bank recapitalization and merger programs. Following a third rights issue by Bank Danamon and the subsequent merging of Bank PDFCI into the Bank on December 30, 1999; the racapitalizaton of Bank Danamon which increased its statutory capital To Rp 10 trillion on May 17, 2000; and the merging of eight private banks (Bank Jaya, Bank Tiara Asia, Bank Pos Nusntara, Bank Rama, Bank Tamara, Bank Nusa Nasional, Bank Duta and Bank Bank Risjad Salim International) into Bank Danamon on June 30, 2000; Bank Danamon re-emerged as one of Indonesia’s four designated core banks along with Bank Central Asia in the private sector, and with Bank andiri and Bank BNI in the Public sector.

Selengkapnya di halaman BDMN