Perbedaan Avalon Labs dan Neo: Avalon Labs diperdagangkan di Rp284,51 (kapitalisasi pasar Rp45,66M, volume 24 jam Rp13,63M), sedangkan Neo diperdagangkan di Rp30.160 (kapitalisasi pasar Rp2,13T, volume 24 jam Rp63,25M). Perbedaan utamanya: Neo jauh lebih besar — sekitar 46,6× kapitalisasi pasar Avalon Labs, dan suplai Avalon Labs dibatasi (161,7M / 1B AVL (17%)), sedangkan Neo terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Avalon Labs selama 9 Hari dan Neo selama 94 Hari.
| AVL | NEO | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp45,66M | Rp2,13T |
Volume (24h) | Rp13,63M | Rp63,25M |
Suplai yang Beredar | 161,7M / 1B AVL (17%) | 70,5M NEO |
Typical Hold Time | 9 Hari | 94 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Avalon Labs membangun pusat keuangan on-chain untuk Bitcoin, dengan solusi seperti pinjaman berbasis BTC, stablecoin yang didukung Bitcoin, akun dengan imbal hasil, dan kartu kredit. Tujuan kami adalah menciptakan jaringan keuangan yang skalabel, transparan, dan mudah diakses, sehingga pemegang Bitcoin dapat memanfaatkan Bitcoin sebagai aset ekonomi. AVL adalah token tata kelola dalam ekosistem Avalon Labs. Kami berawal sebagai penerbit terbesar di dunia untuk posisi utang terjamin (CDP) berbasis Bitcoin, dan sejak itu berkembang ke pinjaman DeFi, model CeDeFi dengan suku bunga tetap, serta stablecoin. Pertumbuhan ini, yang didorong oleh permintaan komunitas, menempatkan Avalon sebagai pemimpin dalam keuangan on-chain. Dengan AVL, kami memberdayakan komunitas untuk berperan aktif membentuk masa depan Avalon.
Selengkapnya di halaman AVL →Neo adalah platform kontrak pintar, mirip dengan Ethereum, yang dibuat di China. Neo melabelkan diri sebagai ekosistem yang “tumbuh dan berkembang pesat” dengan tujuan untuk menjadi fondasi bagi generasi internet berikutnya — sebuah ekonomi baru di mana pembayaran, identitas, dan aset digital bersatu.
Selengkapnya di halaman NEO →