Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Avalon Labs (AVL) vs Gas (GAS)

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Avalon Labs dan Gas: Avalon Labs diperdagangkan di Rp283,42 (kapitalisasi pasar Rp45,75M, volume 24 jam Rp13,75M), sedangkan Gas diperdagangkan di Rp16.642 (kapitalisasi pasar Rp1,08T, volume 24 jam Rp18,97M). Perbedaan utamanya: Gas jauh lebih besar — sekitar 23,6× kapitalisasi pasar Avalon Labs, dan suplai Avalon Labs dibatasi (161,7M / 1B AVL (17%)), sedangkan Gas terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Avalon Labs selama 9 Hari dan Gas selama 48 Hari.

AVLGAS
Kap. Pasar
Rp45,75MRp1,08T
Volume (24h)
Rp13,75MRp18,97M
Suplai yang Beredar
161,7M / 1B AVL (17%)65M GAS
Typical Hold Time
9 Hari48 Hari

Sentimen investor di Pluang

Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir

AVL
55% Beli45% Jual
Rata-rata periode kepemilikan · 9 Hari
GAS
20% Beli80% Jual
Rata-rata periode kepemilikan · 48 Hari

Tentang Avalon Labs

Avalon Labs membangun pusat keuangan on-chain untuk Bitcoin, dengan solusi seperti pinjaman berbasis BTC, stablecoin yang didukung Bitcoin, akun dengan imbal hasil, dan kartu kredit. Tujuan kami adalah menciptakan jaringan keuangan yang skalabel, transparan, dan mudah diakses, sehingga pemegang Bitcoin dapat memanfaatkan Bitcoin sebagai aset ekonomi. AVL adalah token tata kelola dalam ekosistem Avalon Labs. Kami berawal sebagai penerbit terbesar di dunia untuk posisi utang terjamin (CDP) berbasis Bitcoin, dan sejak itu berkembang ke pinjaman DeFi, model CeDeFi dengan suku bunga tetap, serta stablecoin. Pertumbuhan ini, yang didorong oleh permintaan komunitas, menempatkan Avalon sebagai pemimpin dalam keuangan on-chain. Dengan AVL, kami memberdayakan komunitas untuk berperan aktif membentuk masa depan Avalon.

Selengkapnya di halaman AVL

Tentang Gas

GAS adalah token NEP-17 di Neo yang digunakan untuk menyelesaikan biaya transaksi jaringan Neo. Neo sendiri adalah blockchain Layer-1 yang memanfaatkan Neo Virtual Machine (NVM) untuk mengeksekusi kontrak pintar dan melayani pengalaman developer dengan mendukung berbagai bahasa pemrograman. Neo menggunakan mekanisme konsensus Byzantine Fault Tolerance (dBFT) yang didelegasikan untuk mencapai konsensus jaringan.

Selengkapnya di halaman GAS