Perbedaan Avalon Labs dan Degen: Avalon Labs diperdagangkan di Rp286,89 (kapitalisasi pasar Rp46,2M, volume 24 jam Rp13,73M), sedangkan Degen diperdagangkan di Rp18,44 (kapitalisasi pasar Rp449,57M, volume 24 jam Rp79,84M). Perbedaan utamanya: Degen jauh lebih besar — sekitar 9,7× kapitalisasi pasar Avalon Labs, dan suplai beredar Avalon Labs 161,7M / 1B AVL (17%) dibanding 24,5B / 37B DEGEN (67%) milik Degen. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Avalon Labs selama 9 Hari dan Degen selama 15 Hari.
| AVL | DEGEN | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp46,2M | Rp449,57M |
Volume (24h) | Rp13,73M | Rp79,84M |
Suplai yang Beredar | 161,7M / 1B AVL (17%) | 24,5B / 37B DEGEN (67%) |
Typical Hold Time | 9 Hari | 15 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Avalon Labs membangun pusat keuangan on-chain untuk Bitcoin, dengan solusi seperti pinjaman berbasis BTC, stablecoin yang didukung Bitcoin, akun dengan imbal hasil, dan kartu kredit. Tujuan kami adalah menciptakan jaringan keuangan yang skalabel, transparan, dan mudah diakses, sehingga pemegang Bitcoin dapat memanfaatkan Bitcoin sebagai aset ekonomi. AVL adalah token tata kelola dalam ekosistem Avalon Labs. Kami berawal sebagai penerbit terbesar di dunia untuk posisi utang terjamin (CDP) berbasis Bitcoin, dan sejak itu berkembang ke pinjaman DeFi, model CeDeFi dengan suku bunga tetap, serta stablecoin. Pertumbuhan ini, yang didorong oleh permintaan komunitas, menempatkan Avalon sebagai pemimpin dalam keuangan on-chain. Dengan AVL, kami memberdayakan komunitas untuk berperan aktif membentuk masa depan Avalon.
Selengkapnya di halaman AVL →Degen awalnya dibuat sebagai token hadiah untuk peserta kanal Degen di Farcaster. Meski dimulai sebagai memecoin, token ini kini memiliki komunitas kuat yang terdiri dari pengembang, kreator konten crypto, dan penggemar. Saat peluncuran, 15% dari total suplai dibagikan kepada anggota aktif, dan ke depannya 70% suplai token direncanakan akan dibagikan melalui airdrop.
Selengkapnya di halaman DEGEN →