Perbedaan AVA dan Qtum: AVA diperdagangkan di Rp3.222 (kapitalisasi pasar Rp240,7M, volume 24 jam Rp157,77M), sedangkan Qtum diperdagangkan di Rp11.859 (kapitalisasi pasar Rp1,26T, volume 24 jam Rp86,09M). Perbedaan utamanya: Qtum jauh lebih besar — sekitar 5,2× kapitalisasi pasar AVA, dan suplai beredar AVA 74,4M / 100M AVA (75%) dibanding 106,1M / 107,8M QTUM (99%) milik Qtum. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan AVA selama 24 Hari dan Qtum selama 69 Hari.
| AVA | QTUM | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp240,7M | Rp1,26T |
Volume (24h) | Rp157,77M | Rp86,09M |
Suplai yang Beredar | 74,4M / 100M AVA (75%) | 106,1M / 107,8M QTUM (99%) |
Typical Hold Time | 24 Hari | 69 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Token AVA, yang dikembangkan oleh AVA Foundation, meningkatkan program loyalitas pelanggan dengan teknologi blockchain. Token ini mendukung AVA Smart Program, sistem loyalitas Web3 yang menawarkan hadiah, diskon, dan manfaat eksklusif. AVA juga dapat digunakan sebagai metode pembayaran di platform mitra serta untuk tata kelola komunitas.
Selengkapnya di halaman AVA →QTUM (diucapkan "kuantum") adalah platform blockchain open-source dengan proof-of-stake (PoS) smart contract dan protokol transfer nilai. QTUM bertujuan untuk menyatukan kekuatan Bitcoin dan Ethereum dalam satu chain. Qtum dibangun di atas model transaksi UTXO Bitcoin, dengan fungsionalitas tambahan dari eksekusi smart contract dan DApps. Baru-baru ini, QTUM menambahkan dukungan untuk aplikasi DeFi. Per Maret 2021, ada lebih dari 20 token yang telah dibuat di blockchain Qtum.
Selengkapnya di halaman QTUM →