Perbedaan AVA dan Haedal Protocol: AVA diperdagangkan di Rp3.224 (kapitalisasi pasar Rp239,91M, volume 24 jam Rp159,82M), sedangkan Haedal Protocol diperdagangkan di Rp286,29 (kapitalisasi pasar Rp138,54M, volume 24 jam Rp23,59M). Perbedaan utamanya: AVA lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar AVA 74,4M / 100M AVA (75%) dibanding 483,3M / 1B HAEDAL (49%) milik Haedal Protocol. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan AVA selama 24 Hari dan Haedal Protocol selama 15 Hari.
| AVA | HAEDAL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp239,91M | Rp138,54M |
Volume (24h) | Rp159,82M | Rp23,59M |
Suplai yang Beredar | 74,4M / 100M AVA (75%) | 483,3M / 1B HAEDAL (49%) |
Typical Hold Time | 24 Hari | 15 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Token AVA, yang dikembangkan oleh AVA Foundation, meningkatkan program loyalitas pelanggan dengan teknologi blockchain. Token ini mendukung AVA Smart Program, sistem loyalitas Web3 yang menawarkan hadiah, diskon, dan manfaat eksklusif. AVA juga dapat digunakan sebagai metode pembayaran di platform mitra serta untuk tata kelola komunitas.
Selengkapnya di halaman AVA →Haedal adalah protokol liquid staking terkemuka yang dibangun secara native di jaringan Sui. Protokol ini menyediakan infrastruktur yang kuat, memungkinkan pengguna untuk melakukan staking token SUI dan Walrus ke validator guna memperoleh imbal hasil konsensus secara berkelanjutan, sekaligus membuka likuiditas LST yang dapat dimanfaatkan di berbagai ekosistem DeFi. Haedal bertujuan menjadi tempat utama bagi pengguna untuk staking dan mendapatkan imbal hasil di ekosistem Sui.
Selengkapnya di halaman HAEDAL →