Perbedaan Aurora dan Tether Gold: Aurora diperdagangkan di Rp270,58 (kapitalisasi pasar Rp196,29M, volume 24 jam Rp5,93M), sedangkan Tether Gold diperdagangkan di Rp77.552.707 (kapitalisasi pasar Rp47,48T, volume 24 jam Rp4,29T). Perbedaan utamanya: Tether Gold jauh lebih besar — sekitar 241,9× kapitalisasi pasar Aurora, dan suplai Aurora dibatasi (728M / 1B AURORA (73%)), sedangkan Tether Gold terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Aurora selama 12 Hari dan Tether Gold selama 40 Hari.
| AURORA | XAUT | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp196,29M | Rp47,48T |
Volume (24h) | Rp5,93M | Rp4,29T |
Suplai yang Beredar | 728M / 1B AURORA (73%) | 612,8K XAUT |
Typical Hold Time | 12 Hari | 40 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
Aurora adalah platform yang membantu pengguna Ethereum dan dApp bermigrasi ke blockchain NEAR. Platform ini memungkinkan pengunggahan dan interaksi dengan smart contract Solidity, serta transfer aset termasuk token ERC-20 melalui Rainbow Bridge. Token dasar yang digunakan adalah ETH untuk meningkatkan pengalaman pengguna, sementara token AURORA berfungsi sebagai token tata kelola. Tata kelola dilakukan oleh AuroraDAO, yang melibatkan perwakilan dari berbagai sektor blockchain.
Selengkapnya di halaman AURORA →Tether Gold adalah stablecoin yang mewakili kepemilikan satu troy ons emas murni dalam bentuk emas batangan fisik yang memenuhi standar Good Delivery dari London Bullion Market Association (LBMA), dengan rasio 1:1. Tether Gold memberikan akses kepemilikan emas fisik melalui stablecoin, sekaligus menghilangkan kelemahan umum seperti biaya penyimpanan tinggi dan akses yang terbatas.
Selengkapnya di halaman XAUT →