Perbedaan Aurora dan Theta Fuel: Aurora diperdagangkan di Rp269,99 (kapitalisasi pasar Rp197,01M, volume 24 jam Rp5,95M), sedangkan Theta Fuel diperdagangkan di Rp128,77 (kapitalisasi pasar Rp957,74M, volume 24 jam Rp7,49M). Perbedaan utamanya: Theta Fuel jauh lebih besar — sekitar 4,9× kapitalisasi pasar Aurora, dan suplai Aurora dibatasi (728M / 1B AURORA (73%)), sedangkan Theta Fuel terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Aurora selama 12 Hari dan Theta Fuel selama 47 Hari.
| AURORA | TFUEL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp197,01M | Rp957,74M |
Volume (24h) | Rp5,95M | Rp7,49M |
Suplai yang Beredar | 728M / 1B AURORA (73%) | 7,4B TFUEL |
Typical Hold Time | 12 Hari | 47 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Aurora adalah platform yang membantu pengguna Ethereum dan dApp bermigrasi ke blockchain NEAR. Platform ini memungkinkan pengunggahan dan interaksi dengan smart contract Solidity, serta transfer aset termasuk token ERC-20 melalui Rainbow Bridge. Token dasar yang digunakan adalah ETH untuk meningkatkan pengalaman pengguna, sementara token AURORA berfungsi sebagai token tata kelola. Tata kelola dilakukan oleh AuroraDAO, yang melibatkan perwakilan dari berbagai sektor blockchain.
Selengkapnya di halaman AURORA →Theta Fuel (TFUEL) adalah salah satu dari dua token asli di blockchain Theta. TFUEL adalah token kedua di blockchain Theta yang berfungsi sebagai token utilitas dalam pengiriman video dan data terdesentralisasi, juga merupakan token gas. Ini digunakan untuk menggerakkan semua operasi di blockchain Theta, seperti pembayaran ke relai untuk berbagi aliran video, untuk menyebarkan dan berinteraksi dengan kontrak pintar, dan sebagai biaya yang terkait dengan transaksi NTF dan aplikasi DeFi.
Selengkapnya di halaman TFUEL →