Perbedaan Aurora dan Subsquid: Aurora diperdagangkan di Rp267,41 (kapitalisasi pasar Rp195,01M, volume 24 jam Rp6,15M), sedangkan Subsquid diperdagangkan di Rp793,98 (kapitalisasi pasar Rp895,59M, volume 24 jam Rp72,61M). Perbedaan utamanya: Subsquid jauh lebih besar — sekitar 4,6× kapitalisasi pasar Aurora, dan suplai beredar Aurora 728M / 1B AURORA (73%) dibanding 1,1B / 1,3B SQD (84%) milik Subsquid. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Aurora selama 12 Hari dan Subsquid selama 8 Hari.
| AURORA | SQD | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp195,01M | Rp895,59M |
Volume (24h) | Rp6,15M | Rp72,61M |
Suplai yang Beredar | 728M / 1B AURORA (73%) | 1,1B / 1,3B SQD (84%) |
Typical Hold Time | 12 Hari | 8 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Aurora adalah platform yang membantu pengguna Ethereum dan dApp bermigrasi ke blockchain NEAR. Platform ini memungkinkan pengunggahan dan interaksi dengan smart contract Solidity, serta transfer aset termasuk token ERC-20 melalui Rainbow Bridge. Token dasar yang digunakan adalah ETH untuk meningkatkan pengalaman pengguna, sementara token AURORA berfungsi sebagai token tata kelola. Tata kelola dilakukan oleh AuroraDAO, yang melibatkan perwakilan dari berbagai sektor blockchain.
Selengkapnya di halaman AURORA →Subsquid Network adalah danau data serta mesin kueri terdesentralisasi yang memberikan akses cepat dan tanpa izin bagi developer untuk memanfaatkan data blockchain. Dengan arsitektur modular dan keamanan berbasis ZK proofs, Subsquid menghadirkan skalabilitas tinggi untuk kebutuhan indexing blockchain, pengembangan dApp, dan analitik. Berbeda dengan framework monolitik yang kaku dan sulit beradaptasi, Subsquid menawarkan alternatif efisien dan terdesentralisasi dibandingkan infrastruktur terpusat seperti penyedia RPC dan API besar—mendorong terciptanya internet yang lebih terbuka, netral, dan ramah developer di era Web3.
Selengkapnya di halaman SQD →