Perbedaan Aurora dan MyShell: Aurora diperdagangkan di Rp267,75 (kapitalisasi pasar Rp193,7M, volume 24 jam Rp5,09M), sedangkan MyShell diperdagangkan di Rp353,61 (kapitalisasi pasar Rp144,15M, volume 24 jam Rp79,99M). Perbedaan utamanya: Aurora lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar Aurora 727,7M / 1B AURORA (73%) dibanding 409,1M / 1B SHELL (41%) milik MyShell. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Aurora selama 12 Hari dan MyShell selama 21 Hari.
| AURORA | SHELL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp193,7M | Rp144,15M |
Volume (24h) | Rp5,09M | Rp79,99M |
Suplai yang Beredar | 727,7M / 1B AURORA (73%) | 409,1M / 1B SHELL (41%) |
Typical Hold Time | 12 Hari | 21 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Aurora adalah platform yang membantu pengguna Ethereum dan dApp bermigrasi ke blockchain NEAR. Platform ini memungkinkan pengunggahan dan interaksi dengan smart contract Solidity, serta transfer aset termasuk token ERC-20 melalui Rainbow Bridge. Token dasar yang digunakan adalah ETH untuk meningkatkan pengalaman pengguna, sementara token AURORA berfungsi sebagai token tata kelola. Tata kelola dilakukan oleh AuroraDAO, yang melibatkan perwakilan dari berbagai sektor blockchain.
Selengkapnya di halaman AURORA →MyShell adalah platform ramah pengguna yang memungkinkan siapa pun untuk membuat, membagikan, dan memiliki agen AI. Platform ini menghubungkan AI dan blockchain melalui kerangka kerja agen, model open-source, dan komunitas kreator AI. MyShell juga menawarkan hiburan dan utilitas berbasis AI, sambil memberikan kepemilikan bersama kepada penggunanya.
Selengkapnya di halaman SHELL →