Perbedaan Aurora dan Reserve Rights: Aurora diperdagangkan di Rp267,59 (kapitalisasi pasar Rp195,72M, volume 24 jam Rp6,14M), sedangkan Reserve Rights diperdagangkan di Rp21,07 (kapitalisasi pasar Rp1,3T, volume 24 jam Rp54,98M). Perbedaan utamanya: Reserve Rights jauh lebih besar — sekitar 6,6× kapitalisasi pasar Aurora, dan suplai beredar Aurora 728M / 1B AURORA (73%) dibanding 62,6B / 100B RSR (63%) milik Reserve Rights. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Aurora selama 12 Hari dan Reserve Rights selama 44 Hari.
| AURORA | RSR | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp195,72M | Rp1,3T |
Volume (24h) | Rp6,14M | Rp54,98M |
Suplai yang Beredar | 728M / 1B AURORA (73%) | 62,6B / 100B RSR (63%) |
Typical Hold Time | 12 Hari | 44 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Aurora adalah platform yang membantu pengguna Ethereum dan dApp bermigrasi ke blockchain NEAR. Platform ini memungkinkan pengunggahan dan interaksi dengan smart contract Solidity, serta transfer aset termasuk token ERC-20 melalui Rainbow Bridge. Token dasar yang digunakan adalah ETH untuk meningkatkan pengalaman pengguna, sementara token AURORA berfungsi sebagai token tata kelola. Tata kelola dilakukan oleh AuroraDAO, yang melibatkan perwakilan dari berbagai sektor blockchain.
Selengkapnya di halaman AURORA →Reserve Rights merupakan token ERC-20 yang bisa digunakan sebagai token tata kelola untuk Reserve stablecoins (RTokens), di mana perubahan RTokens dapat diusulkan dan di-vote dengan RSR. Tidak seperti umumnya stablecoin yang nilainya didukung cadangan dolar AS dalam rekening bank di bawah kendali penerbit stablecoin atau kustodian tepercaya, stablecoin Reserve didukung oleh beberapa mata uang kripto yang dikelola oleh kontrak pintar.
Selengkapnya di halaman RSR →