Perbedaan Aurora dan Nexo: Aurora diperdagangkan di Rp269,99 (kapitalisasi pasar Rp197,01M, volume 24 jam Rp5,95M), sedangkan Nexo diperdagangkan di Rp13.000 (kapitalisasi pasar Rp8,41T, volume 24 jam Rp79,65M). Perbedaan utamanya: Nexo jauh lebih besar — sekitar 42,7× kapitalisasi pasar Aurora, dan suplai beredar Aurora 728M / 1B AURORA (73%) dibanding 646,1M / 1B NEXO (65%) milik Nexo. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Aurora selama 12 Hari dan Nexo selama 29 Hari.
| AURORA | NEXO | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp197,01M | Rp8,41T |
Volume (24h) | Rp5,95M | Rp79,65M |
Suplai yang Beredar | 728M / 1B AURORA (73%) | 646,1M / 1B NEXO (65%) |
Typical Hold Time | 12 Hari | 29 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Aurora adalah platform yang membantu pengguna Ethereum dan dApp bermigrasi ke blockchain NEAR. Platform ini memungkinkan pengunggahan dan interaksi dengan smart contract Solidity, serta transfer aset termasuk token ERC-20 melalui Rainbow Bridge. Token dasar yang digunakan adalah ETH untuk meningkatkan pengalaman pengguna, sementara token AURORA berfungsi sebagai token tata kelola. Tata kelola dilakukan oleh AuroraDAO, yang melibatkan perwakilan dari berbagai sektor blockchain.
Selengkapnya di halaman AURORA →Nexo adalah platform pendanaan berbasis blockchain yang menawarkan pinjaman mata uang kripto instan. Pengguna mendepositkan token tertentu seperti Bitcoin atau Ether sebagai kolateral untuk mendapatkan pinjaman dalam bentuk mata uang fiat atau stablecoin. Proses pinjaman otomatis ini menggunakan kontrak pintar dan oracle pada blockchain Ethereum untuk mengelola pinjaman.
Selengkapnya di halaman NEXO →