Perbedaan Aurora dan Neo: Aurora diperdagangkan di Rp270,35 (kapitalisasi pasar Rp197,01M, volume 24 jam Rp5,95M), sedangkan Neo diperdagangkan di Rp30.147 (kapitalisasi pasar Rp2,12T, volume 24 jam Rp66,27M). Perbedaan utamanya: Neo jauh lebih besar — sekitar 10,8× kapitalisasi pasar Aurora, dan suplai Aurora dibatasi (728M / 1B AURORA (73%)), sedangkan Neo terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Aurora selama 12 Hari dan Neo selama 94 Hari.
| AURORA | NEO | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp197,01M | Rp2,12T |
Volume (24h) | Rp5,95M | Rp66,27M |
Suplai yang Beredar | 728M / 1B AURORA (73%) | 70,5M NEO |
Typical Hold Time | 12 Hari | 94 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Aurora adalah platform yang membantu pengguna Ethereum dan dApp bermigrasi ke blockchain NEAR. Platform ini memungkinkan pengunggahan dan interaksi dengan smart contract Solidity, serta transfer aset termasuk token ERC-20 melalui Rainbow Bridge. Token dasar yang digunakan adalah ETH untuk meningkatkan pengalaman pengguna, sementara token AURORA berfungsi sebagai token tata kelola. Tata kelola dilakukan oleh AuroraDAO, yang melibatkan perwakilan dari berbagai sektor blockchain.
Selengkapnya di halaman AURORA →Neo adalah platform kontrak pintar, mirip dengan Ethereum, yang dibuat di China. Neo melabelkan diri sebagai ekosistem yang “tumbuh dan berkembang pesat” dengan tujuan untuk menjadi fondasi bagi generasi internet berikutnya — sebuah ekonomi baru di mana pembayaran, identitas, dan aset digital bersatu.
Selengkapnya di halaman NEO →