Perbedaan Aurora dan Merlin Chain: Aurora diperdagangkan di Rp270,58 (kapitalisasi pasar Rp196,29M, volume 24 jam Rp5,93M), sedangkan Merlin Chain diperdagangkan di Rp321,67 (kapitalisasi pasar Rp431,89M, volume 24 jam Rp24,16M). Perbedaan utamanya: Merlin Chain jauh lebih besar — sekitar 2,2× kapitalisasi pasar Aurora, dan suplai beredar Aurora 728M / 1B AURORA (73%) dibanding 1,4B / 2,1B MERL (65%) milik Merlin Chain. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Aurora selama 12 Hari dan Merlin Chain selama 10 Hari.
| AURORA | MERL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp196,29M | Rp431,89M |
Volume (24h) | Rp5,93M | Rp24,16M |
Suplai yang Beredar | 728M / 1B AURORA (73%) | 1,4B / 2,1B MERL (65%) |
Typical Hold Time | 12 Hari | 10 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Aurora adalah platform yang membantu pengguna Ethereum dan dApp bermigrasi ke blockchain NEAR. Platform ini memungkinkan pengunggahan dan interaksi dengan smart contract Solidity, serta transfer aset termasuk token ERC-20 melalui Rainbow Bridge. Token dasar yang digunakan adalah ETH untuk meningkatkan pengalaman pengguna, sementara token AURORA berfungsi sebagai token tata kelola. Tata kelola dilakukan oleh AuroraDAO, yang melibatkan perwakilan dari berbagai sektor blockchain.
Selengkapnya di halaman AURORA →Merlin Chain adalah solusi Layer 2 untuk Bitcoin yang mengintegrasikan jaringan ZK-Rollup, jaringan oracle terdesentralisasi, dan fraud proofs. Tujuannya adalah meningkatkan aset, protokol, dan aplikasi Layer 1 Bitcoin, mendorong inovasi, dan memaksimalkan potensi aset di Layer 2. Token asli, MERL, digunakan untuk staking guna mendukung keamanan Merlin Chain.
Selengkapnya di halaman MERL →