Perbedaan Aurora dan Terra: Aurora diperdagangkan di Rp270,58 (kapitalisasi pasar Rp196,29M, volume 24 jam Rp5,93M), sedangkan Terra diperdagangkan di Rp761,47 (kapitalisasi pasar Rp539,02M, volume 24 jam Rp69,13M). Perbedaan utamanya: Terra jauh lebih besar — sekitar 2,7× kapitalisasi pasar Aurora, dan suplai Aurora dibatasi (728M / 1B AURORA (73%)), sedangkan Terra terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Aurora selama 12 Hari dan Terra selama 82 Hari.
| AURORA | LUNA | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp196,29M | Rp539,02M |
Volume (24h) | Rp5,93M | Rp69,13M |
Suplai yang Beredar | 728M / 1B AURORA (73%) | 710M LUNA |
Typical Hold Time | 12 Hari | 82 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Aurora adalah platform yang membantu pengguna Ethereum dan dApp bermigrasi ke blockchain NEAR. Platform ini memungkinkan pengunggahan dan interaksi dengan smart contract Solidity, serta transfer aset termasuk token ERC-20 melalui Rainbow Bridge. Token dasar yang digunakan adalah ETH untuk meningkatkan pengalaman pengguna, sementara token AURORA berfungsi sebagai token tata kelola. Tata kelola dilakukan oleh AuroraDAO, yang melibatkan perwakilan dari berbagai sektor blockchain.
Selengkapnya di halaman AURORA →Protokol Terra 2.0 adalah protokol blockchain publik yang terdesentralisasi dan open-source. Luna adalah token staking asli protokol Terra yang digunakan untuk tata kelola dan penambangan. Jaringan Terra 2.0 tidak akan memiliki stablecoin, dan pemegang jaringan Terra Classic lama akan mendapatkan koin asli Luna yang baru. Dalam rencananya, pengembang ekosistem Terra akan bermigrasi dan menyebarkan dapps mereka di blockchain baru.
Selengkapnya di halaman LUNA →