Perbedaan Aurora dan Liquity: Aurora diperdagangkan di Rp267,23 (kapitalisasi pasar Rp195,72M, volume 24 jam Rp6,14M), sedangkan Liquity diperdagangkan di Rp3.494 (kapitalisasi pasar Rp336,95M, volume 24 jam Rp34,42M). Perbedaan utamanya: Liquity lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar Aurora 728M / 1B AURORA (73%) dibanding 96,3M / 100M LQTY (97%) milik Liquity. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Aurora selama 12 Hari dan Liquity selama 21 Hari.
| AURORA | LQTY | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp195,72M | Rp336,95M |
Volume (24h) | Rp6,14M | Rp34,42M |
Suplai yang Beredar | 728M / 1B AURORA (73%) | 96,3M / 100M LQTY (97%) |
Typical Hold Time | 12 Hari | 21 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Aurora adalah platform yang membantu pengguna Ethereum dan dApp bermigrasi ke blockchain NEAR. Platform ini memungkinkan pengunggahan dan interaksi dengan smart contract Solidity, serta transfer aset termasuk token ERC-20 melalui Rainbow Bridge. Token dasar yang digunakan adalah ETH untuk meningkatkan pengalaman pengguna, sementara token AURORA berfungsi sebagai token tata kelola. Tata kelola dilakukan oleh AuroraDAO, yang melibatkan perwakilan dari berbagai sektor blockchain.
Selengkapnya di halaman AURORA →Liquity adalah protokol peminjaman terdesentralisasi di Ethereum yang menggunakan LQTY, stablecoin yang dipatok pada USD. Pemegang Ether dapat meminjam LQTY dengan biaya penukaran dan penerbitan pinjaman yang disesuaikan secara algoritmis.
Selengkapnya di halaman LQTY →