Perbedaan Aurora dan Jito: Aurora diperdagangkan di Rp269,99 (kapitalisasi pasar Rp197,01M, volume 24 jam Rp5,95M), sedangkan Jito diperdagangkan di Rp9.901 (kapitalisasi pasar Rp5,03T, volume 24 jam Rp478,45M). Perbedaan utamanya: Jito jauh lebih besar — sekitar 25,5× kapitalisasi pasar Aurora, dan suplai Aurora dibatasi (728M / 1B AURORA (73%)), sedangkan Jito terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Aurora selama 12 Hari dan Jito selama 29 Hari.
| AURORA | JTO | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp197,01M | Rp5,03T |
Volume (24h) | Rp5,95M | Rp478,45M |
Suplai yang Beredar | 728M / 1B AURORA (73%) | 509,5M JTO |
Typical Hold Time | 12 Hari | 29 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
Aurora adalah platform yang membantu pengguna Ethereum dan dApp bermigrasi ke blockchain NEAR. Platform ini memungkinkan pengunggahan dan interaksi dengan smart contract Solidity, serta transfer aset termasuk token ERC-20 melalui Rainbow Bridge. Token dasar yang digunakan adalah ETH untuk meningkatkan pengalaman pengguna, sementara token AURORA berfungsi sebagai token tata kelola. Tata kelola dilakukan oleh AuroraDAO, yang melibatkan perwakilan dari berbagai sektor blockchain.
Selengkapnya di halaman AURORA →Jito Network adalah kontributor utama di ekosistem Solana melalui liquid staking pool JitoSOL dan koleksi produk MEV. Dengan Jito, pengguna dapat melakukan staking token SOL mereka melalui Jito Stake Pool, lalu menerima token JitoSOL, yang merupakan aset unik yang tidak hanya memiliki likuiditas tetapi juga menggabungkan reward staking dan reward MEV.
Selengkapnya di halaman JTO →