Perbedaan Aurora dan Flare: Aurora diperdagangkan di Rp269,82 (kapitalisasi pasar Rp197,01M, volume 24 jam Rp5,95M), sedangkan Flare diperdagangkan di Rp107,37 (kapitalisasi pasar Rp9,33T, volume 24 jam Rp31,71M). Perbedaan utamanya: Flare jauh lebih besar — sekitar 47,4× kapitalisasi pasar Aurora, dan suplai Aurora dibatasi (728M / 1B AURORA (73%)), sedangkan Flare terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Aurora selama 12 Hari dan Flare selama 32 Hari.
| AURORA | FLR | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp197,01M | Rp9,33T |
Volume (24h) | Rp5,95M | Rp31,71M |
Suplai yang Beredar | 728M / 1B AURORA (73%) | 86,9B FLR |
Typical Hold Time | 12 Hari | 32 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
Aurora adalah platform yang membantu pengguna Ethereum dan dApp bermigrasi ke blockchain NEAR. Platform ini memungkinkan pengunggahan dan interaksi dengan smart contract Solidity, serta transfer aset termasuk token ERC-20 melalui Rainbow Bridge. Token dasar yang digunakan adalah ETH untuk meningkatkan pengalaman pengguna, sementara token AURORA berfungsi sebagai token tata kelola. Tata kelola dilakukan oleh AuroraDAO, yang melibatkan perwakilan dari berbagai sektor blockchain.
Selengkapnya di halaman AURORA →Flare adalah blockchain Layer 1 berbasis EVM yang dirancang untuk meningkatkan kegunaan teknologi blockchain dengan menyediakan akses terdesentralisasi bagi pengembang ke data berkualitas tinggi dari berbagai blockchain dan internet. Kemampuan ini mendorong terciptanya kasus penggunaan baru dan model monetisasi, memungkinkan aplikasi terdesentralisasi (dApps) beroperasi di beberapa chain dengan satu kali penerapan.
Selengkapnya di halaman FLR →