Perbedaan Audius dan LayerZero: Audius diperdagangkan di Rp212,18 (kapitalisasi pasar Rp308,41M, volume 24 jam Rp41,21M), sedangkan LayerZero diperdagangkan di Rp14.324 (kapitalisasi pasar Rp5,18T, volume 24 jam Rp311,06M). Perbedaan utamanya: LayerZero jauh lebih besar — sekitar 16,8× kapitalisasi pasar Audius, dan suplai LayerZero dibatasi (364M / 1B ZRO (37%)), sedangkan Audius terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Audius selama 60 Hari dan LayerZero selama 13 Hari.
| AUDIO | ZRO | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp308,41M | Rp5,18T |
Volume (24h) | Rp41,21M | Rp311,06M |
Suplai yang Beredar | 1,4B AUDIO | 364M / 1B ZRO (37%) |
Typical Hold Time | 60 Hari | 13 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
Audius (AUDIO) adalah protokol streaming musik terdesentralisasi yang awalnya dibangun di jaringan POA, tetapi sekarang dibangun di jaringan Solana. Audius bertujuan untuk menyelaraskan minat artis, penggemar, dan operator node melalui platformnya yang didukung oleh token AUDIO. Artis dapat mengunggah musik, disimpan dan didistribusikan oleh konten, yang dapat didengarkan penggemar secara gratis.
Selengkapnya di halaman AUDIO →LayerZero adalah protokol interoperabilitas blockchain yang menghubungkan berbagai blockchain untuk mendukung pengembangan aplikasi dan token omnichain. LayerZero menggunakan endpoint on-chain yang tidak dapat diubah dan Security Stack, memastikan pesan yang aman dan bebas sensor di berbagai jaringan blockchain.
Selengkapnya di halaman ZRO →