Perbedaan Audius dan Swell Network: Audius diperdagangkan di Rp212,68 (kapitalisasi pasar Rp307,13M, volume 24 jam Rp40,22M), sedangkan Swell Network diperdagangkan di Rp11,09 (kapitalisasi pasar Rp57,45M, volume 24 jam Rp25,25M). Perbedaan utamanya: Audius jauh lebih besar — sekitar 5,3× kapitalisasi pasar Swell Network, dan suplai Swell Network dibatasi (5,2B / 10B SWELL (52%)), sedangkan Audius terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Audius selama 60 Hari dan Swell Network selama 22 Hari.
| AUDIO | SWELL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp307,13M | Rp57,45M |
Volume (24h) | Rp40,22M | Rp25,25M |
Suplai yang Beredar | 1,4B AUDIO | 5,2B / 10B SWELL (52%) |
Typical Hold Time | 60 Hari | 22 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Audius (AUDIO) adalah protokol streaming musik terdesentralisasi yang awalnya dibangun di jaringan POA, tetapi sekarang dibangun di jaringan Solana. Audius bertujuan untuk menyelaraskan minat artis, penggemar, dan operator node melalui platformnya yang didukung oleh token AUDIO. Artis dapat mengunggah musik, disimpan dan didistribusikan oleh konten, yang dapat didengarkan penggemar secara gratis.
Selengkapnya di halaman AUDIO →Swell Network adalah protokol liquid staking terdesentralisasi dan non-kustodian untuk Ethereum. Protokol ini mempermudah akses ke peluang DeFi sambil menjaga prinsip desentralisasi dan kebebasan dari sensor.
Selengkapnya di halaman SWELL →