Perbedaan Audius dan Streamflow: Audius diperdagangkan di Rp216,64 (kapitalisasi pasar Rp313,01M, volume 24 jam Rp70,11M), sedangkan Streamflow diperdagangkan di Rp144,83 (kapitalisasi pasar Rp38,3M, volume 24 jam Rp1,17M). Perbedaan utamanya: Audius jauh lebih besar — sekitar 8,2× kapitalisasi pasar Streamflow, dan suplai Streamflow dibatasi (254,5M / 1B STREAM (26%)), sedangkan Audius terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Audius selama 59 Hari dan Streamflow selama 28 Hari.
| AUDIO | STREAM | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp313,01M | Rp38,3M |
Volume (24h) | Rp70,11M | Rp1,17M |
Suplai yang Beredar | 1,4B AUDIO | 254,5M / 1B STREAM (26%) |
Typical Hold Time | 59 Hari | 28 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Audius (AUDIO) adalah protokol streaming musik terdesentralisasi yang awalnya dibangun di jaringan POA, tetapi sekarang dibangun di jaringan Solana. Audius bertujuan untuk menyelaraskan minat artis, penggemar, dan operator node melalui platformnya yang didukung oleh token AUDIO. Artis dapat mengunggah musik, disimpan dan didistribusikan oleh konten, yang dapat didengarkan penggemar secara gratis.
Selengkapnya di halaman AUDIO →Streamflow menghadirkan infrastruktur token yang aman, mudah digunakan, dan andal untuk menciptakan serta mendistribusikan token di sepanjang siklus hidupnya—dari peluncuran hingga jatuh tempo. Dengan menyelesaikan masalah ketidakselarasan insentif, Streamflow memastikan ekonomi token yang berkelanjutan.
Selengkapnya di halaman STREAM →