Perbedaan Audius dan Sahara AI: Audius diperdagangkan di Rp212,72 (kapitalisasi pasar Rp307,13M, volume 24 jam Rp40,22M), sedangkan Sahara AI diperdagangkan di Rp139,84 (kapitalisasi pasar Rp500,75M, volume 24 jam Rp110,12M). Perbedaan utamanya: Sahara AI lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai Sahara AI dibatasi (3,6B / 10B SAHARA (36%)), sedangkan Audius terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Audius selama 60 Hari dan Sahara AI selama 14 Hari.
| AUDIO | SAHARA | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp307,13M | Rp500,75M |
Volume (24h) | Rp40,22M | Rp110,12M |
Suplai yang Beredar | 1,4B AUDIO | 3,6B / 10B SAHARA (36%) |
Typical Hold Time | 60 Hari | 14 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Audius (AUDIO) adalah protokol streaming musik terdesentralisasi yang awalnya dibangun di jaringan POA, tetapi sekarang dibangun di jaringan Solana. Audius bertujuan untuk menyelaraskan minat artis, penggemar, dan operator node melalui platformnya yang didukung oleh token AUDIO. Artis dapat mengunggah musik, disimpan dan didistribusikan oleh konten, yang dapat didengarkan penggemar secara gratis.
Selengkapnya di halaman AUDIO →Sahara AI adalah platform blockchain AI-native pertama yang memungkinkan siapa saja membuat, berkontribusi, dan memonetisasi pengembangan AI, mendorong aksesibilitas dan kesetaraan di bidang AI. Berdasarkan blockchain Sahara, platform ini menghadirkan Data Services Platform untuk pelabelan data, AI Developer Platform untuk pembuatan dan deployment model, serta pasar AI terdesentralisasi untuk membeli dan menjual dataset, model, agen, dan sumber daya komputasi.
Selengkapnya di halaman SAHARA →