Perbedaan Audius dan Reserve Rights: Audius diperdagangkan di Rp212,5 (kapitalisasi pasar Rp307,14M, volume 24 jam Rp40,55M), sedangkan Reserve Rights diperdagangkan di Rp21,07 (kapitalisasi pasar Rp1,3T, volume 24 jam Rp54,99M). Perbedaan utamanya: Reserve Rights jauh lebih besar — sekitar 4,2× kapitalisasi pasar Audius, dan suplai Reserve Rights dibatasi (62,6B / 100B RSR (63%)), sedangkan Audius terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Audius selama 60 Hari dan Reserve Rights selama 44 Hari.
| AUDIO | RSR | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp307,14M | Rp1,3T |
Volume (24h) | Rp40,55M | Rp54,99M |
Suplai yang Beredar | 1,4B AUDIO | 62,6B / 100B RSR (63%) |
Typical Hold Time | 60 Hari | 44 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Audius (AUDIO) adalah protokol streaming musik terdesentralisasi yang awalnya dibangun di jaringan POA, tetapi sekarang dibangun di jaringan Solana. Audius bertujuan untuk menyelaraskan minat artis, penggemar, dan operator node melalui platformnya yang didukung oleh token AUDIO. Artis dapat mengunggah musik, disimpan dan didistribusikan oleh konten, yang dapat didengarkan penggemar secara gratis.
Selengkapnya di halaman AUDIO →Reserve Rights merupakan token ERC-20 yang bisa digunakan sebagai token tata kelola untuk Reserve stablecoins (RTokens), di mana perubahan RTokens dapat diusulkan dan di-vote dengan RSR. Tidak seperti umumnya stablecoin yang nilainya didukung cadangan dolar AS dalam rekening bank di bawah kendali penerbit stablecoin atau kustodian tepercaya, stablecoin Reserve didukung oleh beberapa mata uang kripto yang dikelola oleh kontrak pintar.
Selengkapnya di halaman RSR →