Perbedaan Audius dan Qtum: Audius diperdagangkan di Rp212,68 (kapitalisasi pasar Rp307,13M, volume 24 jam Rp40,22M), sedangkan Qtum diperdagangkan di Rp11.859 (kapitalisasi pasar Rp1,26T, volume 24 jam Rp86,09M). Perbedaan utamanya: Qtum jauh lebih besar — sekitar 4,1× kapitalisasi pasar Audius, dan suplai Qtum dibatasi (106,1M / 107,8M QTUM (99%)), sedangkan Audius terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Audius selama 60 Hari dan Qtum selama 69 Hari.
| AUDIO | QTUM | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp307,13M | Rp1,26T |
Volume (24h) | Rp40,22M | Rp86,09M |
Suplai yang Beredar | 1,4B AUDIO | 106,1M / 107,8M QTUM (99%) |
Typical Hold Time | 60 Hari | 69 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Audius (AUDIO) adalah protokol streaming musik terdesentralisasi yang awalnya dibangun di jaringan POA, tetapi sekarang dibangun di jaringan Solana. Audius bertujuan untuk menyelaraskan minat artis, penggemar, dan operator node melalui platformnya yang didukung oleh token AUDIO. Artis dapat mengunggah musik, disimpan dan didistribusikan oleh konten, yang dapat didengarkan penggemar secara gratis.
Selengkapnya di halaman AUDIO →QTUM (diucapkan "kuantum") adalah platform blockchain open-source dengan proof-of-stake (PoS) smart contract dan protokol transfer nilai. QTUM bertujuan untuk menyatukan kekuatan Bitcoin dan Ethereum dalam satu chain. Qtum dibangun di atas model transaksi UTXO Bitcoin, dengan fungsionalitas tambahan dari eksekusi smart contract dan DApps. Baru-baru ini, QTUM menambahkan dukungan untuk aplikasi DeFi. Per Maret 2021, ada lebih dari 20 token yang telah dibuat di blockchain Qtum.
Selengkapnya di halaman QTUM →