Perbedaan Audius dan FC Porto Fan Token: Audius diperdagangkan di Rp212,29 (kapitalisasi pasar Rp307,13M, volume 24 jam Rp40,22M), sedangkan FC Porto Fan Token diperdagangkan di Rp7.670 (kapitalisasi pasar Rp99,39M, volume 24 jam Rp26,72M). Perbedaan utamanya: Audius jauh lebih besar — sekitar 3,1× kapitalisasi pasar FC Porto Fan Token, dan suplai FC Porto Fan Token dibatasi (13M / 40M PORTO (33%)), sedangkan Audius terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Audius selama 60 Hari dan FC Porto Fan Token selama 43 Hari.
| AUDIO | PORTO | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp307,13M | Rp99,39M |
Volume (24h) | Rp40,22M | Rp26,72M |
Suplai yang Beredar | 1,4B AUDIO | 13M / 40M PORTO (33%) |
Typical Hold Time | 60 Hari | 43 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Audius (AUDIO) adalah protokol streaming musik terdesentralisasi yang awalnya dibangun di jaringan POA, tetapi sekarang dibangun di jaringan Solana. Audius bertujuan untuk menyelaraskan minat artis, penggemar, dan operator node melalui platformnya yang didukung oleh token AUDIO. Artis dapat mengunggah musik, disimpan dan didistribusikan oleh konten, yang dapat didengarkan penggemar secara gratis.
Selengkapnya di halaman AUDIO →PORTO adalah fan token pada jaringan BEP-20. Pemegang token dapat dengan mudah berinteraksi dengan pemain dari FC Porto dengan bantuan NFT yang dirilis oleh tim, dan dapat mengikuti meet & greet, mendapatkan merchandise bertandatangan, dan experience eksklusif lainnya. Para penggemar akan memiliki kesempatan untuk berpartisipasi dalam aktivitas klub, karena token PORTO mereka dapat digunakan untuk voting dalam berbagai keputusan, termasuk memilih perlengkapan pemain dan anthem klub.
Selengkapnya di halaman PORTO →