Perbedaan Audius dan Morpho: Audius diperdagangkan di Rp215,95 (kapitalisasi pasar Rp311,47M, volume 24 jam Rp68,51M), sedangkan Morpho diperdagangkan di Rp35.457 (kapitalisasi pasar Rp18,3T, volume 24 jam Rp192,35M). Perbedaan utamanya: Morpho jauh lebih besar — sekitar 58,8× kapitalisasi pasar Audius, dan suplai Morpho dibatasi (516,6M / 1B MORPHO (52%)), sedangkan Audius terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Audius selama 59 Hari dan Morpho selama 16 Hari.
| AUDIO | MORPHO | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp311,47M | Rp18,3T |
Volume (24h) | Rp68,51M | Rp192,35M |
Suplai yang Beredar | 1,4B AUDIO | 516,6M / 1B MORPHO (52%) |
Typical Hold Time | 59 Hari | 16 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Audius (AUDIO) adalah protokol streaming musik terdesentralisasi yang awalnya dibangun di jaringan POA, tetapi sekarang dibangun di jaringan Solana. Audius bertujuan untuk menyelaraskan minat artis, penggemar, dan operator node melalui platformnya yang didukung oleh token AUDIO. Artis dapat mengunggah musik, disimpan dan didistribusikan oleh konten, yang dapat didengarkan penggemar secara gratis.
Selengkapnya di halaman AUDIO →Morpho adalah platform terbuka, efisien, dan trustless untuk mendapatkan yield dan meminjam aset. Pemberi pinjaman dapat menggunakan Morpho Vaults untuk memaksimalkan yield, sementara peminjam dapat mengakses aset melalui Morpho Markets. Infrastruktur permissionless-nya memungkinkan pengembang dan bisnis untuk membuat pasar, mengkurasi vault, dan membangun berbagai aplikasi. Dengan kontrak yang immutable, pasar pinjaman terisolasi, suku bunga lebih baik, dan biaya gas rendah, Morpho menghadirkan platform yang efisien, fleksibel, dan ramah pengembang.
Selengkapnya di halaman MORPHO →