Perbedaan Audius dan Solayer: Audius diperdagangkan di Rp215,95 (kapitalisasi pasar Rp312,74M, volume 24 jam Rp67,94M), sedangkan Solayer diperdagangkan di Rp1.050 (kapitalisasi pasar Rp500,55M, volume 24 jam Rp196,85M). Perbedaan utamanya: Solayer lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar Audius 1,4B AUDIO dibanding 475,5M LAYER milik Solayer. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Audius selama 59 Hari dan Solayer selama 35 Hari.
| AUDIO | LAYER | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp312,74M | Rp500,55M |
Volume (24h) | Rp67,94M | Rp196,85M |
Suplai yang Beredar | 1,4B AUDIO | 475,5M LAYER |
Typical Hold Time | 59 Hari | 35 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Audius (AUDIO) adalah protokol streaming musik terdesentralisasi yang awalnya dibangun di jaringan POA, tetapi sekarang dibangun di jaringan Solana. Audius bertujuan untuk menyelaraskan minat artis, penggemar, dan operator node melalui platformnya yang didukung oleh token AUDIO. Artis dapat mengunggah musik, disimpan dan didistribusikan oleh konten, yang dapat didengarkan penggemar secara gratis.
Selengkapnya di halaman AUDIO →Solayer adalah blockchain pertama yang menggunakan chip perangkat keras khusus untuk mencapai lebih dari 1 juta transaksi per detik dan kecepatan jaringan ultra-cepat. Arsitektur InfiniSVM menggunakan teknologi canggih seperti SDN, RDMA, dan InfiniBand untuk meningkatkan kinerja dan mengurangi latensi. Ini memungkinkan aplikasi blockchain hampir instan dengan skala besar.
Selengkapnya di halaman LAYER →