Perbedaan Audius dan Huma Finance: Audius diperdagangkan di Rp217 (kapitalisasi pasar Rp313,01M, volume 24 jam Rp70,11M), sedangkan Huma Finance diperdagangkan di Rp355,24 (kapitalisasi pasar Rp1,16T, volume 24 jam Rp75,87M). Perbedaan utamanya: Huma Finance jauh lebih besar — sekitar 3,7× kapitalisasi pasar Audius, dan suplai Huma Finance dibatasi (3,3B / 10B HUMA (33%)), sedangkan Audius terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Audius selama 59 Hari dan Huma Finance selama 14 Hari.
| AUDIO | HUMA | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp313,01M | Rp1,16T |
Volume (24h) | Rp70,11M | Rp75,87M |
Suplai yang Beredar | 1,4B AUDIO | 3,3B / 10B HUMA (33%) |
Typical Hold Time | 59 Hari | 14 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Audius (AUDIO) adalah protokol streaming musik terdesentralisasi yang awalnya dibangun di jaringan POA, tetapi sekarang dibangun di jaringan Solana. Audius bertujuan untuk menyelaraskan minat artis, penggemar, dan operator node melalui platformnya yang didukung oleh token AUDIO. Artis dapat mengunggah musik, disimpan dan didistribusikan oleh konten, yang dapat didengarkan penggemar secara gratis.
Selengkapnya di halaman AUDIO →Huma Finance adalah jaringan PayFi pertama yang memungkinkan pembiayaan pembayaran global dengan likuiditas instan—kapan saja dan di mana saja. Huma memungkinkan institusi pembayaran di seluruh dunia untuk menyelesaikan transaksi secara real-time menggunakan stablecoin dan likuiditas on-chain. Teknologi ini mendukung berbagai kasus penggunaan PayFi seperti pembayaran lintas negara, kartu kredit, dan pembiayaan perdagangan, serta membuka peluang untuk solusi baru seperti pembiayaan DePIN.
Selengkapnya di halaman HUMA →