Perbedaan Audius dan DeepBook Protocol: Audius diperdagangkan di Rp215,55 (kapitalisasi pasar Rp312,74M, volume 24 jam Rp67,94M), sedangkan DeepBook Protocol diperdagangkan di Rp253,45 (kapitalisasi pasar Rp1,42T, volume 24 jam Rp47,11M). Perbedaan utamanya: DeepBook Protocol jauh lebih besar — sekitar 4,5× kapitalisasi pasar Audius, dan suplai DeepBook Protocol dibatasi (5,6B / 10B DEEP (57%)), sedangkan Audius terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Audius selama 59 Hari dan DeepBook Protocol selama 14 Hari.
| AUDIO | DEEP | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp312,74M | Rp1,42T |
Volume (24h) | Rp67,94M | Rp47,11M |
Suplai yang Beredar | 1,4B AUDIO | 5,6B / 10B DEEP (57%) |
Typical Hold Time | 59 Hari | 14 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Audius (AUDIO) adalah protokol streaming musik terdesentralisasi yang awalnya dibangun di jaringan POA, tetapi sekarang dibangun di jaringan Solana. Audius bertujuan untuk menyelaraskan minat artis, penggemar, dan operator node melalui platformnya yang didukung oleh token AUDIO. Artis dapat mengunggah musik, disimpan dan didistribusikan oleh konten, yang dapat didengarkan penggemar secara gratis.
Selengkapnya di halaman AUDIO →DeepBook adalah buku pesanan terdesentralisasi (CLOB) di blockchain Sui yang menawarkan kinerja tinggi dan latensi rendah. Beroperasi sepenuhnya on-chain, DeepBook meningkatkan kemampuan pemrograman dan likuiditas di ekosistem DeFi. Dengan menyediakan likuiditas yang lebih rapat dan kontrol lebih besar bagi penyedia likuiditas dibandingkan model tradisional, DeepBook berfungsi sebagai pusat likuiditas grosir utama untuk berbagai layanan keuangan.
Selengkapnya di halaman DEEP →