Pergerakan harga dalam 24 jam terakhir
Perbedaan Audius dan Shentu: Audius diperdagangkan di Rp245,39 (kapitalisasi pasar Rp355,12M, volume 24 jam Rp711,76M), sedangkan Shentu diperdagangkan di Rp1.865 (kapitalisasi pasar Rp301,87M, volume 24 jam Rp14,21M). Perbedaan utamanya: Audius lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar Audius 1,4B AUDIO dibanding 161,2M CTK milik Shentu. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Audius selama 58 Hari dan Shentu selama 43 Hari.
| AUDIO | CTK | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp355,12M | Rp301,87M |
Volume (24h) | Rp711,76M | Rp14,21M |
Suplai yang Beredar | 1,4B AUDIO | 161,2M CTK |
Typical Hold Time | 58 Hari | 43 Hari |
Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial
AUDIO saat ini diperdagangkan di zona Rp247,52 dengan sinyal teknis bearish berdasarkan moving averages, meskipun osilator netral. Token ini menunjukkan tekanan jual jangka pendek dengan RSI 6 hari di level overbought 77,56. Tidak ada update protokol signifikan yang tercatat dalam beberapa minggu terakhir. Market cap mencapai Rp357,25 juta dengan supply beredar 1,4 juta token.
Outlook keseluruhan tetap hati-hati dengan risiko dominan pada volatilitas tinggi. Peluang terbatas pada momentum teknis jika berhasil tembus resistance Rp255, sementara risiko likuiditas rendah dan sentimen pasar crypto yang lesu perlu diwaspadai. Hold time rata-rata 58 hari menunjukkan holding pattern jangka menengah.
Shentu (CTK) saat ini diperdagangkan di Rp1.866 dengan kapitalisasi pasar Rp307,02 juta, menunjukkan sinyal teknis bearish berdasarkan rata-rata bergerak meskipun osilator netral. Harga berada di zona support kritis antara S1 (Rp1.914) dan S2 (Rp1.824), dengan tren jangka pendek tertekan. Tidak ada update protokol atau perkembangan ekosistem signifikan yang tercatat dalam beberapa pekan terakhir berdasarkan pemantauan CoinGecko per 2024-06-15.
Outlook keseluruhan netral-cenderung bearish dengan risiko volatilitas tinggi. Peluang rebound terbatas jika harga bertahan di atas support kunci, namun investor perlu waspada terhadap tekanan jual berkelanjutan dan likuiditas terbatas yang memperbesar fluktuasi harga. Risiko utama termasuk rendahnya volume perdagangan dan eksposur regulasi aset kripto di Indonesia.
Audius (AUDIO) adalah protokol streaming musik terdesentralisasi yang awalnya dibangun di jaringan POA, tetapi sekarang dibangun di jaringan Solana. Audius bertujuan untuk menyelaraskan minat artis, penggemar, dan operator node melalui platformnya yang didukung oleh token AUDIO. Artis dapat mengunggah musik, disimpan dan didistribusikan oleh konten, yang dapat didengarkan penggemar secara gratis.
Selengkapnya di halaman AUDIO →Shentu Chain, sebuah blockchain berbasis delegated proof-of-stake yang menempatkan keamanan sebagai prioritas utama, untuk eksekusi yang dapat dipercaya dari aplikasi dan alat yang penting, termasuk DeFi, NFT, dan kendaraan tanpa pengemudi. Shentu Chain memprioritaskan kompatibilitas cross-chain, yang dibangun sebagai Cosmos Hub dengan kompatibilitas penuh EVM dan Hyperledger Burrow, serta kompatibilitas dengan eWASM dan AntChain milik Ant Financial.
Selengkapnya di halaman CTK →