Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Perbedaan Harga & Kinerja Atlantis Subsea Indonesia Tbk. (ATLA) vs Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA)

Atlantis Subsea Indonesia Tbk.
Japfa Comfeed Indonesia Tbk.

Kinerja harga

Pergerakan harga dalam 24 jam terakhir

Statistik utama

Perbedaan Atlantis Subsea Indonesia Tbk. dan Japfa Comfeed Indonesia Tbk.: Atlantis Subsea Indonesia Tbk. diperdagangkan di Rp50 (kapitalisasi pasar 309,98 M, volume 24 jam 353 rb), sedangkan Japfa Comfeed Indonesia Tbk. diperdagangkan di Rp2.050 (kapitalisasi pasar 23,45 T, volume 24 jam 7,68 jt). Perbedaan utamanya: Japfa Comfeed Indonesia Tbk. jauh lebih besar — sekitar 75,7× kapitalisasi pasar Atlantis Subsea Indonesia Tbk., dan Japfa Comfeed Indonesia Tbk. lebih aktif diperdagangkan (7,68 jt vs 353 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

ATLAJPFA
Kapitalisasi Pasar
309,98 M23,45 T
Volume
353 rb7,68 jt
Lot
3,53 rb76,83 rb
Perputaran
17,65 jt15,56 M
Harga Rata-rata
502.025,32
Nilai Transaksi
17,65 jt15,56 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
502.050
Volume Ekuilibrium Indikatif
54,75 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

ATLA
Lihat detail
JPFA
Lihat detail

Tentang Atlantis Subsea Indonesia Tbk.

PT Atlantis Subsea Indonesia Tbk (the Company) was established in Indonesia based on Notarial Deed No. 13 dated November 22, 2016 by Heri Martono, S.H. The Company started its commercial activities in 2016.

Selengkapnya di halaman ATLA

Tentang Japfa Comfeed Indonesia Tbk.

PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (the Company) was established within the framework of the Foreign Capital Investment Law No. 1 year 1967 based on Notarial Deed No. 59 dated January 18, 1971 of Djojo Muljadi, S.H., public notary, as amended by Notarial Deed No. 60 dated Februari 15, 1972, of the same notary. Japfa is currently the second largest animal feed producer in Indonesia with an estimated market share of around 35% in the domestic poultry feed market. The company was originally involved in the production of copra extraction pellets

Selengkapnya di halaman JPFA