Pergerakan harga dalam 24 jam terakhir
Perbedaan Atlantis Subsea Indonesia Tbk. dan Eratex Djaja Tbk.: Atlantis Subsea Indonesia Tbk. diperdagangkan di Rp50 (kapitalisasi pasar 309,98 M, volume 24 jam 353 rb), sedangkan Eratex Djaja Tbk. diperdagangkan di Rp146 (kapitalisasi pasar 189,12 M, volume 24 jam 434,4 rb). Perbedaan utamanya: Atlantis Subsea Indonesia Tbk. lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan Eratex Djaja Tbk. lebih aktif diperdagangkan (434,4 rb vs 353 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.
| ATLA | ERTX | |
|---|---|---|
Kapitalisasi Pasar | 309,98 M | 189,12 M |
Volume | 353 rb | 434,4 rb |
Lot | 3,53 rb | 4,34 rb |
Perputaran | 17,65 jt | 62,18 jt |
Harga Rata-rata | 50 | 143,15 |
Nilai Transaksi | 17,65 jt | 62,18 jt |
Harga Ekuilibrium Indikatif | 50 | 146 |
Volume Ekuilibrium Indikatif | 5 | 400 |
Imbal hasil berjalan pada periode standar
Berita terbaru kedua aset
PT Atlantis Subsea Indonesia Tbk (the Company) was established in Indonesia based on Notarial Deed No. 13 dated November 22, 2016 by Heri Martono, S.H. The Company started its commercial activities in 2016.
Selengkapnya di halaman ATLA →PT Eratex Djaja Tbk (the "Entity") was established in the framework of Foreign Capital Investment Law No.1, 1967 by Notarial Deed No.7 dated October 12, 1972 based on Deed prepared by Koerniatini Karim, Public Notary in Jakarta. Founded in 1972 as a joint venture company between PT Private Development Finance Company of Indonesia Ltd. and Limmen Investment Ltd., Unisouh Holding Ltd., Eastern Cotton Mills Ltd. Yarn spinning factory was built in 1973 on 17 ha of land in Probolinggo.
Selengkapnya di halaman ERTX →