Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Perbedaan Harga & Kinerja Atlantis Subsea Indonesia Tbk. (ATLA) vs Enseval Putera Megatrading Tbk. (EPMT)

Atlantis Subsea Indonesia Tbk.
Enseval Putera Megatrading Tbk.

Kinerja harga

Pergerakan harga dalam 24 jam terakhir

Statistik utama

Perbedaan Atlantis Subsea Indonesia Tbk. dan Enseval Putera Megatrading Tbk.: Atlantis Subsea Indonesia Tbk. diperdagangkan di Rp50 (kapitalisasi pasar 309,98 M, volume 24 jam 353 rb), sedangkan Enseval Putera Megatrading Tbk. diperdagangkan di Rp2.330 (kapitalisasi pasar 6,26 T, volume 24 jam 4,5 rb). Perbedaan utamanya: Enseval Putera Megatrading Tbk. jauh lebih besar — sekitar 20,2× kapitalisasi pasar Atlantis Subsea Indonesia Tbk., dan Atlantis Subsea Indonesia Tbk. lebih aktif diperdagangkan (353 rb vs 4,5 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

ATLAEPMT
Kapitalisasi Pasar
309,98 M6,26 T
Volume
353 rb4,5 rb
Lot
3,53 rb45
Perputaran
17,65 jt10,44 jt
Harga Rata-rata
502.320,44
Nilai Transaksi
17,65 jt10,44 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
502.330
Volume Ekuilibrium Indikatif
55

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

ATLA
Lihat detail
EPMT
Lihat detail

Tentang Atlantis Subsea Indonesia Tbk.

PT Atlantis Subsea Indonesia Tbk (the Company) was established in Indonesia based on Notarial Deed No. 13 dated November 22, 2016 by Heri Martono, S.H. The Company started its commercial activities in 2016.

Selengkapnya di halaman ATLA

Tentang Enseval Putera Megatrading Tbk.

PT. Enseval Putera Megatrading Tbk, formerly PT Arya Gupta Cempaka, was established based on deed No. 64 dated October 26, 1998 of Mrs. Rukmasanti Hardjasatya,SH, notary public in Jakarta. The company’s articles of association have been amended several times, most recently by deed No. 200 dated June 30, 1997 of Mrs. Poerbaningsih Adi Warsito, SH, notary public in Jakarta, concerning the changes of the company’s articles of association to comply with Corporate Law no. 1 year 1995, the increase in the company’s authorized capital and the change in par value per share from Rp 1,000 to Rp 500.

Selengkapnya di halaman EPMT