Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Atlantis Subsea Indonesia Tbk. (ATLA) vs Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk. (BEKS)

Atlantis Subsea Indonesia Tbk.Trading
Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Atlantis Subsea Indonesia Tbk. dan Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk.: Atlantis Subsea Indonesia Tbk. diperdagangkan di Rp50 (kapitalisasi pasar 309,98 M, volume 24 jam 2,44 jt), sedangkan Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk. diperdagangkan di Rp24 (kapitalisasi pasar 1,23 T). Perbedaan utamanya: Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk. jauh lebih besar — sekitar 4× kapitalisasi pasar Atlantis Subsea Indonesia Tbk.. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

ATLABEKS
Kapitalisasi Pasar
309,98 M1,23 T
Volume
2,44 jt
Lot
24,36 rb
Perputaran
121,79 jt
Harga Rata-rata
50
Nilai Transaksi
121,79 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
5025
Volume Ekuilibrium Indikatif
1,38 jt1,99 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

ATLA
Lihat detail
BEKS
Lihat detail

Tentang Atlantis Subsea Indonesia Tbk.

PT Atlantis Subsea Indonesia Tbk (the Company) was established in Indonesia based on Notarial Deed No. 13 dated November 22, 2016 by Heri Martono, S.H. The Company started its commercial activities in 2016.

Selengkapnya di halaman ATLA

Tentang Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk.

PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk formerly PT Bank Pundi Indonesia, Tbk (“the Bank”) was established on September 11, 1992. Based on the Bank’s Articles of Association’s amendment by Deed No. 104 dated June 30, 2010 of Fathiah Helmi, S.H., Notary in Jakarta, “PT Bank Eksekutif Internasional Tbk” has changed its name to “PT Bank Pundi Indonesia Tbk”. Based on the Bank’s Articles of Association’s amendment by Deed No. 36 dated June 14, 2016 of Fathiah Helmi, S.H., Notary in Jakarta, “PT Bank Pundi Indonesia Tbk” has changed its name to “PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk”.

Selengkapnya di halaman BEKS