Perbedaan Aethir dan Gram: Aethir diperdagangkan di Rp69,87 (kapitalisasi pasar Rp1,39T, volume 24 jam Rp108,67M), sedangkan Gram diperdagangkan di Rp23.926 (kapitalisasi pasar Rp65,91T, volume 24 jam Rp616,95M). Perbedaan utamanya: Gram jauh lebih besar — sekitar 47,4× kapitalisasi pasar Aethir, dan suplai Aethir dibatasi (20,1B / 42B ATH (48%)), sedangkan Gram terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Aethir selama 39 Hari dan Gram selama 6 Hari.
| ATH | GRAM | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,39T | Rp65,91T |
Volume (24h) | Rp108,67M | Rp616,95M |
Suplai yang Beredar | 20,1B / 42B ATH (48%) | 2,8B GRAM |
Typical Hold Time | 39 Hari | 6 Hari |
Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial
Aethir (ATH) saat ini diperdagangkan di zona bearish dengan harga Rp69.026 dan market cap Rp1,4T. Sinyal teknis menunjukkan tekanan jual dari moving averages, sementara osilator netral. Token memiliki sirkulasi 48% dengan hold time rata-rata 39 hari. Tidak ada pembaruan protokol signifikan yang dilaporkan baru-baru ini.
Outlook keseluruhan tetap hati-hati dengan risiko dominan bearish. Peluang terbatas pada rebound teknis jika support kunci dipertahankan, namun risiko volatilitas tinggi dan tekanan jual perlu diwaspadai investor sebelum mengambil posisi.
GRAM saat ini diperdagangkan di Rp24.110 dengan sinyal teknis bearish yang kuat (11 sinyal jual vs 1 beli), meskipun RSI menunjukkan kondisi oversold. Token ini mengalami tekanan jual signifikan dengan market cap Rp66,67 triliun. Kabar positif datang dari pengumuman integrasi wallet non-custodial Telegram untuk 1 miliar pengguna yang mendorong kenaikan 7% pada 22 Juli 2026.
Outlook tetap hati-hati dengan momentum bearish dominan. Peluang utama terletak pada adopsi massal melalui Telegram, namun risiko volatilitas tinggi dan tekanan jual teknis perlu diwaspadai. Support kunci di Rp22.820 menjadi level penting untuk dipantau.
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
Aethir dapat dijelaskan sebagai infrastruktur cloud computing terdistribusi. Aethir mengumpulkan chip GPU kelas enterprise ke dalam jaringan global tunggal untuk meningkatkan suplai sumber daya cloud computing untuk sektor AI, gaming, dan virtual computing.
Selengkapnya di halaman ATH →GRAM (sebelumnya dikenal sebagai Toncoin) adalah token native dari The Open Network, blockchain Layer 1 yang digunakan untuk biaya transaksi, staking, tata kelola, dan mendukung aplikasi berbasis TON. Jaringan ini awalnya dikembangkan sebagai Telegram Open Network sebelum diluncurkan kembali sebagai The Open Network di bawah TON Foundation.
Selengkapnya di halaman GRAM →