Perbedaan Automata Network dan Haedal Protocol: Automata Network diperdagangkan di Rp23,1 (kapitalisasi pasar Rp85,38M, volume 24 jam Rp58,64M), sedangkan Haedal Protocol diperdagangkan di Rp285,9 (kapitalisasi pasar Rp138,4M, volume 24 jam Rp24,07M). Perbedaan utamanya: Haedal Protocol lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai Haedal Protocol dibatasi (483,3M / 1B HAEDAL (49%)), sedangkan Automata Network terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Automata Network selama 54 Hari dan Haedal Protocol selama 15 Hari.
| ATA | HAEDAL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp85,38M | Rp138,4M |
Volume (24h) | Rp58,64M | Rp24,07M |
Suplai yang Beredar | 971,3M ATA | 483,3M / 1B HAEDAL (49%) |
Typical Hold Time | 54 Hari | 15 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Automata Network (ATA) meningkatkan privasi dan keamanan dalam blockchain dengan menggunakan sistem modular yang meningkatkan kinerja mesin di Ethereum melalui TEE Coprocessors. Hal ini menyatukan berbagai fitur seperti Conveyor, Intel SGX, dan App-Specific Rollup sebagai solusi yang kuat untuk aplikasi terdesentralisasi (dApps). Dengan menggunakan teknoloti TEE, Automata Network memastikan data tetap aman dan terjamin.
Selengkapnya di halaman ATA →Haedal adalah protokol liquid staking terkemuka yang dibangun secara native di jaringan Sui. Protokol ini menyediakan infrastruktur yang kuat, memungkinkan pengguna untuk melakukan staking token SUI dan Walrus ke validator guna memperoleh imbal hasil konsensus secara berkelanjutan, sekaligus membuka likuiditas LST yang dapat dimanfaatkan di berbagai ekosistem DeFi. Haedal bertujuan menjadi tempat utama bagi pengguna untuk staking dan mendapatkan imbal hasil di ekosistem Sui.
Selengkapnya di halaman HAEDAL →