Perbedaan Automata Network dan Gram: Automata Network diperdagangkan di Rp23,1 (kapitalisasi pasar Rp85,38M, volume 24 jam Rp58,64M), sedangkan Gram diperdagangkan di Rp23.916 (kapitalisasi pasar Rp65,96T, volume 24 jam Rp692,39M). Perbedaan utamanya: Gram jauh lebih besar — sekitar 772,5× kapitalisasi pasar Automata Network, dan suplai beredar Automata Network 971,3M ATA dibanding 2,8B GRAM milik Gram. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Automata Network selama 54 Hari dan Gram selama 6 Hari.
| ATA | GRAM | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp85,38M | Rp65,96T |
Volume (24h) | Rp58,64M | Rp692,39M |
Suplai yang Beredar | 971,3M ATA | 2,8B GRAM |
Typical Hold Time | 54 Hari | 6 Hari |
Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial
Automata Network (ATA) menunjukkan kapitalisasi pasar Rp85,38 juta dengan supply beredar 971,3 juta token. Hold time rata-rata 54 hari mengindikasikan holding jangka menengah. Data harga terkini tidak tersedia dalam snapshot ini, namun token crypto kecil seperti ini biasanya memiliki volatilitas tinggi dan likuiditas terbatas di pasar IDR.
Outlook: Potensi pertumbuhan dari adopsi protokol privacy-focused, namun risiko tinggi karena kapitalisasi kecil dan volatilitas crypto. Perhatikan likuiditas rendah di exchange dan sensitivitas terhadap sentimen pasar crypto secara keseluruhan.
GRAM saat ini diperdagangkan di Rp24.110 dengan sinyal teknis bearish yang kuat (11 sinyal jual vs 1 beli), meskipun RSI menunjukkan kondisi oversold. Token ini mengalami tekanan jual signifikan dengan market cap Rp66,67 triliun. Kabar positif datang dari pengumuman integrasi wallet non-custodial Telegram untuk 1 miliar pengguna yang mendorong kenaikan 7% pada 22 Juli 2026.
Outlook tetap hati-hati dengan momentum bearish dominan. Peluang utama terletak pada adopsi massal melalui Telegram, namun risiko volatilitas tinggi dan tekanan jual teknis perlu diwaspadai. Support kunci di Rp22.820 menjadi level penting untuk dipantau.
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Berita terbaru kedua aset
Automata Network (ATA) meningkatkan privasi dan keamanan dalam blockchain dengan menggunakan sistem modular yang meningkatkan kinerja mesin di Ethereum melalui TEE Coprocessors. Hal ini menyatukan berbagai fitur seperti Conveyor, Intel SGX, dan App-Specific Rollup sebagai solusi yang kuat untuk aplikasi terdesentralisasi (dApps). Dengan menggunakan teknoloti TEE, Automata Network memastikan data tetap aman dan terjamin.
Selengkapnya di halaman ATA →GRAM (sebelumnya dikenal sebagai Toncoin) adalah token native dari The Open Network, blockchain Layer 1 yang digunakan untuk biaya transaksi, staking, tata kelola, dan mendukung aplikasi berbasis TON. Jaringan ini awalnya dikembangkan sebagai Telegram Open Network sebelum diluncurkan kembali sebagai The Open Network di bawah TON Foundation.
Selengkapnya di halaman GRAM →