Perbedaan APRO dan Ordinals: APRO diperdagangkan di Rp2.780 (kapitalisasi pasar Rp693,89M, volume 24 jam Rp285,36M), sedangkan Ordinals diperdagangkan di Rp63.005 (kapitalisasi pasar Rp1,32T, volume 24 jam Rp173,25M). Perbedaan utamanya: Ordinals lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar APRO 250M / 1B AT (25%) dibanding 21M / 21M ORDI (100%) milik Ordinals. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan APRO selama 5 Hari dan Ordinals selama 36 Hari.
| AT | ORDI | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp693,89M | Rp1,32T |
Volume (24h) | Rp285,36M | Rp173,25M |
Suplai yang Beredar | 250M / 1B AT (25%) | 21M / 21M ORDI (100%) |
Typical Hold Time | 5 Hari | 36 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Allora adalah platform kecerdasan terbuka yang memungkinkan sistem AI belajar, beradaptasi, dan berkembang secara kolektif. Platform ini menyediakan lapisan bersama tempat berbagai model digabungkan, dibandingkan, dan diperbaiki secara real-time, sehingga pengguna dan pengembang dapat berkontribusi dan mendapatkan manfaat dari kecerdasan kolaboratif.
Selengkapnya di halaman AT →Protokol Ordinals menuliskan informasi ke setiap satoshi (juga dikenal sebagai sat, unit terkecil Bitcoin), seperti teks, gambar, audio, video, dll. Karena batasan ukuran blok Bitcoin, informasi utama untuk inscription (minting) Bitcoin berupa teks dan gambar, dalam bentuk NFT dan token.
Selengkapnya di halaman ORDI →