Perbedaan APRO dan Merlin Chain: APRO diperdagangkan di Rp2.764 (kapitalisasi pasar Rp693,89M, volume 24 jam Rp285,36M), sedangkan Merlin Chain diperdagangkan di Rp320,36 (kapitalisasi pasar Rp434,32M, volume 24 jam Rp24,16M). Perbedaan utamanya: APRO lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar APRO 250M / 1B AT (25%) dibanding 1,4B / 2,1B MERL (65%) milik Merlin Chain. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan APRO selama 5 Hari dan Merlin Chain selama 10 Hari.
| AT | MERL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp693,89M | Rp434,32M |
Volume (24h) | Rp285,36M | Rp24,16M |
Suplai yang Beredar | 250M / 1B AT (25%) | 1,4B / 2,1B MERL (65%) |
Typical Hold Time | 5 Hari | 10 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Allora adalah platform kecerdasan terbuka yang memungkinkan sistem AI belajar, beradaptasi, dan berkembang secara kolektif. Platform ini menyediakan lapisan bersama tempat berbagai model digabungkan, dibandingkan, dan diperbaiki secara real-time, sehingga pengguna dan pengembang dapat berkontribusi dan mendapatkan manfaat dari kecerdasan kolaboratif.
Selengkapnya di halaman AT →Merlin Chain adalah solusi Layer 2 untuk Bitcoin yang mengintegrasikan jaringan ZK-Rollup, jaringan oracle terdesentralisasi, dan fraud proofs. Tujuannya adalah meningkatkan aset, protokol, dan aplikasi Layer 1 Bitcoin, mendorong inovasi, dan memaksimalkan potensi aset di Layer 2. Token asli, MERL, digunakan untuk staking guna mendukung keamanan Merlin Chain.
Selengkapnya di halaman MERL →